JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Daily Devotional

- Daily Devotional -
View : 16613 times

TUHAN Menilai Hati


1 Samuel 16: 7
... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

Presiden Lincoln memiliki kemampuan yang luar biasa memikat dalam hal menertawakan dirinya sendiri, terutama tentang penampilan fisiknya. Saat Senator Stephen A. Douglas menyebutnya sebagai "pria berwajah ganda," Lincoln menjawab, "Terserah. Jika saya memiliki wajah yang lain, menurut Anda akankah saya mengenakan yang ini?"

Di lain waktu dia bercerita kepada sekelompok editor tentang pertemuannya di sebuah hutan dengan seorang wanita yang sedang berkuda, "Wanita itu memandang saya dengan serius dan berkata, ‘Menurut saya, Anda adalah orang berwajah paling jelek yang pernah saya lihat.' Ujar saya, 'Nyoya, Anda mungkin benar tetapi itu bukanlah saya. 'Memang,' jawab wanita itu,‘bukan salah Anda, namun setidaknya Anda tinggal di rumah saja."

Walaupun khalayak ramai mengenali gambaran mengenai dirinya, Lincoln tidak dikenal terutama karena penampilannya, namun karena pendiriannya yang teguh untuk menyatukan Negara-negara bagian di Amerika Serikat semasa perang saudara dan menghapuskan perbudakan. Dia sering kali dijadikan teladan sebagai orang yang memiliki kesabaran, keteguhan hati, pengabdian, kemauan yang kuat, belas kasihan, perhatian, dan ketidakegoisan yang luar biasa. Sifat-sifat inilah yang memberi ciri kepada Lincoln sebagai salah seorang presiden terbesar Amerika.

Dalam budaya kita sekarang , banyak hal membuat orang hanya melihat penampilan lahiriah dan harta benda semata. Baik sekali jika kita ingat bahwa sifat-sifat yang luhurlah yang menciptakan reputasi yang kekal.

Ingatlah satu hal ini!

Saat TUHAN menilai seseorang, Dia tidak mengukur penampilan dan akalnya, melainkan hatinya.

Sumber : jawaban.com

CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * leev


    dengan hati yang penuh belas kasihan kita bisa mengubah dunia