JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Kisah Nyata Perkataan Kutuk Suami-Istri yang Jadi Nyata

TUESDAY, 25 JUNE 2013

Total View : 50720 times

Kisah nyata berikut ini datang dari sepasang suami istri yang harus membayar harga mahal akibat dari kata-kata mereka. Seperti apa kata-kata tersebut? Bagaimana dampaknya dalam keharmonisan rumah tangga mereka?

Jenita Simaremare bertemu dengan Feri Sihotang, suaminya, saat sedang dalam perjalanan menuju acara pernikahan kawan. Mereka merasa dipertemukan oleh Tuhan. Dua bulan semenjak berkenalan, mereka memutuskan untuk menikah.

Rupanya waktu 2 bulan belum cukup bagi mereka untuk mengenal kepribadian satu sama lain. Jenita adalah wanita yang cukup keras, sehingga kalau dinasihati suaminya, dia sering melawan. Sementara Feri pernah juga memukul Jenita. Eh, istrinya itu balas memukul sang suami.

Waktu berselang, dan Jenita pun mengandung. Keadaan itu tak juga membuat rumah tangganya adem ayem. Yang ada justru makin panas.

Suatu ketika, telepon bordering. Feri mengaku sedang tidak mood untuk mengangkat telepon, sementara Jenita tidak merasa perlu menjawab telepon itu karena yang menelepon adalah tantenya Feri. Walau hanya perkara sepele, adu mulut tak terhindarkan. Feri lalu berkata, "Kalau kayak begini terus, udahlah, lebih baik kamu keguguran aja!"

Jenita tersentak, "Tega betul suamiku berkata demikian terhadap darah dagingnya sendiri."

****

Suatu hari saat Jenita mau mandi pagi, ia menyadari ada yang salah dengan dirinya. Darah mengalir melewati kakinya! Rupanya apa yang dulu dikatakan suaminya menjadi kenyataan.

Jenita dan Feri sama-sama sedih. Feri mengaku bahwa saat dia mengucapkan kata "keguguran" itu, dia sedang dalam keadaan emosi. Dia tidak benar-benar mengharapkan hal itu terjadi pada istrinya. Namun, apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Mereka hanya bisa menyesal dan menerima kenyataan pahit yang ada.

Jenita memaafkan dan menerima kembali Feri setelah melihat penyesalannya yang begitu dalam. Jenita juga jadi tersadar, bahwa mungkin sikap kasar suaminya tak lepas dari karakter Jenita yang keras pula dan suka melawan. Memang dalam sebuah pertengkaran yang dulu-dulu, pernah terlontar kata-kata begini dari Jenita: "Kalau tahu begitu, saya tidak mau nikah dengan kamu." Jenita juga menyesal dan bertekad untuk mencabut setiap perkataan negatif, karena akibat dari kata-kata itulah dia mengalami luka hati. Keputusan Jenita adalah, dia ingin memperkatakan berkat.

Sedikit demi sedikit, perilaku Feri mengalami perubahan. Dia sudah tidak memukul istrinya lagi. Tetapi perkataan menyakitkan belum sepenuhnya ditinggalkan Feri.

Suatu kali, Jenita sedang mengamat-amati kalender dan menghitung. Maksudnya, menghitung periode masa-masa subur untuk dapat mengetahui kehamilannya. Melihat tindakan Jenita, Feri menimpali, "Ngapain sih kamu ngitung-ngitung kayak gitu. Kamu tuh mandul!"

Wah, perkataan Feri benar-benar membuat Jenita putus asa dan kecewa. Jenita sudah mulai menerima suaminya apa adanya, tapi mengapa perlakukan seperti ini yang dia terima. Dalam hati, Jenita sebetulnya mengharapkan sang suami membelai kepalanya dengan lemah lembut; bukannya mencaci-maki seperti itu.

****

Setelah empat tahun menunggu kehamilan kedua, secercah harapan muncul bagi Jenita. Dia telat haid. Dengan berseri-seri, Jenita mengabarkan hal ini kepada suaminya.

"Kamu hamil?" tanya Feri, tidak percaya.

"Iya Pak, aku hamil," jawab Jenita sambil menunjukkan alat tes kehamilan yang menunjukkan dua buah garis.

"Umur kamu itu kan sudah 39 tahun," kata Feri. "Hamil? Kamu mimpi di siang bolong!"

Betapa sakit hati Jenita mendengar respon suaminya. Namun Jenita tidak marah, karena dia ingat perkataan seorang hamba Tuhan yang pernah didengarnya. "Kita tidak boleh menyimpan kebencian, karena itu akan menjadi batu sandungan, yang menghalangi kita untuk menerima berkat dari Tuhan," begitu kata-katanya.

Jenita memegang baik-baik perkataan tersebut. Jenita menepis setiap kebencian yang mungkin bisa terpendam dalam batinnya. Alasannya sederhana, Jenita ingin agar selama proses mengandung ini, dia tidak menyimpan benci kepada suaminya, sehingga saat anaknya kelak lahirpun, akan datang sukacita.

 

****

Nyatanya, Jenita memang benar-benar hamil. Tuhan mengabulkan doanya. Namun di usia kehamilan 8 bulan 2 minggu, masalah muncul.

Jenita merasakan sesak napas. Dia dilarikan ke rumah sakit. Di sana Jenita merasa seakan-akan nyawanya akan hilang. Jenita dan Feri panik.

"Jangan ambil nyawaku, Tuhan. Aku belum sempat lihat anakku," ucap Jenita waktu itu.

Dokter menghampiri Feri dan mengatakan bahwa nyawa istri dan anaknya tidak bisa tertolong. "Bayi di dalam kandungan itu telah keracunan air ketuban ibunya," kata dokter.

Feri sangat terpukul. "Mungkin ini akibat dari perkataan saya yang dulu," pikirnya.

Akhirnya, Feri membuat perjanjian dengan Tuhan. "Tuhan, kalau anak dan istri saya selamat, saya tidak akan mabuk-mabukan lagi. Saya tidak akan lagi memukuli istri saya. Saya akan bertobat. Saya akan rajin ke gereja."

Kondisi Jenita semakin memprihatinkan. Tensinya mencapai 226/124. Dalam medis, kondisi itu seharusnya telah mencabut nyawa Jenita.

Jenita berada di ujung ajal. Dalam perjuangannya bergelut dengan penyakit, di ranjang, dia mendengar suatu suara yang mengatakan, "Buka matamu, Jenita. Lawan penyakit itu. Kamu pasti sembuh!"

Di situlah dia tersentak. "Ya Tuhan, saya percaya," ucap Jenita dalam hati. "Waktu saya keguguran, waktu saya mengalami hal-hal yang tidak baik, Tuhan tetap tolong saya."

Di titik itulah Jenita meminta lagi belas kasihan Tuhan atasnya. "Engkau luar biasa, Tuhan. Tangan-Mu yang berlubang paku, sanggup menyelamatkan aku saat ini juga."

Keajaiban terjadi.

Dengan kuasa Tuhan, masa-masa kritis Jenita pun lewat. Dokter menyatakan bahwa kondisinya sudah siap untuk dioperasi.

Feri mengecup kening istrinya dan berkata, "Ma, maafin Papa, ya."

Operasi pun berlangsung. Tak lama kemudian dokter memberitahukan Feri bahwa anaknya telah lahir dan sehat.

"Puji Tuhan!" seru Feri.

Rasa syukur melimpah dari hati Jenita yang terdalam. Rajutan tangan Tuhan kini nyata di hadapannya, yakni seorang bayi yang telah ia lahirkan. Terlebih lagi setelah suaminya berkata kepadanya, "Ma, ternyata kamu itu istri yang luar biasa!"

Jenita jelas kaget. Orang sekeras suaminya bisa mengalami perubahan drastis karena sebuah keajaiban.

Semenjak itu kehidupan rumah tangga Feri dan Jenita tak lagi seperti dulu. Jenita belajar untuk menundukkan diri dan menuruti suaminya. Demikian juga Feri, yang berjanji kepada Tuhan untuk bertobat dan meninggalkan tabiatnya yang lama. Kini yang ada di tengah-tengah mereka adalah rasa kasih sayang yang begitu terpancar dari satu sama lain. Jenita juga sudah bisa merasakan belaian yang selama ini ia rindukan.

"Kalau kita mengeraskan hati, kita tidak akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa bersama Tuhan. Tetapi, ketika kita mau mengakui kesalahan kita dan memperkatakan kata-kata yang benar, kita akan mengalami hal yang luar biasa bersama Tuhan," kata Jenita menutup kisah nyatanya.


Sumber Kesaksian:

Jenita Simaremare dan Feri Sihotang


Imago Planet
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

Konseling

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * lona07

    2013-06-28 17:30:26
    perkatakan hal baik, maka itu yg terjadi. menjaga mulut u berucap syukur senantiasa agar berkat smkn tercurah atas hidup kita. Ucapan baik mencerminkan siapa kita dan berkat yg kt dapat. Tuhan berkenan bg mereka yg memiliki pengharapan, krn org yg berhrp kpd Tuhan mendapatkan berkat berlimpah dan hdpnya diperlihara. pndasi sepasang manusia jg demikian "kasih" terlihat dari ucapan yg positif. jgn biarkan ucapan buruk mencemari bibir dan merusak hidup. "pakailah mulut u berucap harapan baik" :)
  • * don juan

    2013-06-28 09:18:27
    i just what my mother said to me that i wont be success in marketing field. and it was work, but few years later God answer my prayer n renew my mindset at least i still i believe that i will reach my dream with my God, Jesus Christ, Amen.
  • * ganggar

    2013-06-26 12:26:52
    hidup dan mati dikuasai lidah(ams 18;21).salah satu dari kemenangan kita sebagai orang-orang percaya adalah ketika kita bisa menguasai diri kita,perkataan kita.memang bukanlah hal yang mudah untuk kita bisa menjaga perkataan kita,kita cendrung mengeluarkan perkataan yang negatif.itulah benih dosa kita.namun ketika kita mengenal Yesus,kita tahu bahwa kita adalah ciptaan baru.semua memerlukan proses,dan kita percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan asalkan kita percaya dan mau berubah.GBU..
  • * pradipta86

    2013-06-26 05:37:07
    perkataan kita ini menentukan kehidupan kita .. jdi katakanlah perkataan Iman yang bisa menjadi berkat bagi semua orang bukan menjadi kutuk ... terutama kepada keturunan kita ...
  • * cool_guy

    2013-06-25 22:44:40
    Amazing GOD. Tuhan yang omnipresent dan penuh kasih. HE is the only GOD, the beginning and the end! :)

Teaching

Kematian-Nya Sesuai dengan Rencana

Kematian-Nya Sesuai dengan Rencana

K. T. Sim/RBC Ministries

Hari itu adalah minggu dimana perayaan Paskah berlangsung. Ratusan ribu perantau Yahudi mendatangi Bait Allah untuk memperingati bebasnya mereka dari perbudakan di Mesir

PROGRAM TV

TV Programs

.: SOLUSI :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
SCTVJakartaSenin24.30 WIB
Life ChannelJakartaRabu03.00 & 20.00 WIB
Sabtu03.00 & 20.00 WIB
Family ChannelJakartaSabtu-Minggu09.00, 12.00, 20.00, 23.00, & 02.30 WIB
Molucca TVMalukuSenin-Jumat21.00 WIT
GO TVManadoSenin & Kamis18.30 WITA
.: SOLUSI LIFE :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
O-ChannelJakartaRabu22.00 WIB
Kamis22.00 WIB
Jumat22.00 WIB
Life ChannelJakartaSenin03.00 & 20.00 WIB
Selasa03.00 & 22.00 WIB
Kamis03.00 & 22.00 WIB
Jumat03.00 & 22.00 WIB
Family ChannelJakartaSenin-Jumat10.30, 19.30, 02.00, 03.30, & 04.30 WIB
SBO TVSurabayaSabtu19.30 WIB
Minggu19.30 WIB
B ChannelNasionalSabtu07.00 WIB
Minggu07.00 WIB
U ChannelJakartaSelasa01.00, 04.30, 13.30, & 17.30 WIB
Rabu03.00, 06.30, 10.30, 14.30 & 23.30 WIB
.: OBAT MALAM :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
MNC TVJakartaJumat24.30 WIB
U-ChannelKamis01.30 & WIB
Jumat01.00, 03.30 & 23.30 WIB
GO TVManadoRabu & Sabtu23.30 WITA
.: SOLUSI SUNDA :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
Bandung TVBandungSenin22.00 WIB
Cahaya Banten TVTangerang, BantenKamis20.00 WIB
.: SUPERBOOK :.
StasiunLokasiHariJam Tayang
RCTINasionalSabtu06.00 WIB
Life ChannelJakartaRabu15.30 WIB
Jumat15.30 WIB
Minggu15.30 WIB