JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Dokter Vonis Putriku Mati Atau Jadi Keterbelakangan

THURSDAY, 22 MARCH 2012

Total View : 2541 times

“Mami kok nggak kaya mami temen-temen adek yang lain? Nggak nganterin adek sekolah, nggak jemput adek sekolah, mami tuh sibuk kerja terus!” ucap Kezia kesal.

“Mau adek apa sih, mami kerja kan untuk cari uang buat adek!” jawab Hanny terbawa emosi.

Percekcokan itu terbayang terus di benak Hanny Hutagalung, kini putri kecilnya itu terbaring lemah di tempat tidur dan tak sadarkan diri. Dokter memvonis bahwa Kezia tidak akan sembuh dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya.

“Tuhan, kalau Tuhan ambil Keiza, saya nggak akan percaya sama Tuhan lagi,” Henny mengungkapkan ketakutannya.

Awalnya Kezia hanya demam biasa, namun karena sampai sebelas hari tidak menunjukan perubahan, Kezia dimasukan rumah sakit. Saat dicek tensi darahnya, keadaan Kezia memburuk. Tensi darahnya bahkan sudah tidak bisa dilihat lagi, hingga akhirnya dia dimasukan ke ruang ICU.

Dokter berupaya agar Kezia bisa terus bertahan, mereka bahkan belum bisa memastikan jenis penyakit yang diderit bocah ini. Ketakutan makin menguasai keluarga, setiap detik seakan begitu menegangkan karena setiap saat nyawa Kezia bisa saja melayang.

Sebagai ibu, Henny terus mempertanyakan kepada Tuhan, mengapa hal ini harus menimpa buah hatinya itu. Air matanya tak henti membasahi wajahnya, ingin rasanya dia bertukar tempat dengan putrinya itu.

Masa kritis Keiza terlewati sudah, hari ke enam Keiza sudah dipindahkan ke kamar biasa untuk observasi. Setiap saat, Henny terus mendampingi Keiza yang masih belum sadarkan diri, dia bahkan mengabaikan pekerjaannya. “Apapun yang ada di dunia ini, tidak dapat menggantikan kehadiran seorang anak,” ungkap Henny.

Dokter akhirnya memberitahu hasil diagnosa, Keiza terserang virus Encephalitis, sebuah virus yang menyerang otak. Hanya ada dua pilihan, kematian atau kalaupun sadar maka akan menderita keterbelakangan.

Diagnosa itu menghancurkan hati keluarga, namun Henny bertahan dalam imannya, ia meminta Tuhan untuk menyembuhkan Keiza. Henny juga berdoa mohon pengampunan atas dosa-dosa masa lalunya. “Saya janji kalau Keiza sudah sembuh, saya akan lebih dekat dengan dia,” ungkap Henny.

Atas pertimbangan keluarga, Keiza dipindahkan ke rumah sakit lain. Segala upaya mereka lakukan agar Keiza bisa mendapat perawatan dan dokter yang lebih baik.

“Saya dapat rujukan saja, saya lihat bahwa Keiza memang tidak sadar, terpasang selang di hidung dan diinfus serta sama sekali tidak bisa komunikasi,” ungkap Dr. Dwi Putro Widodo, dokter yang merawat Keiza.

Keadaan Keiza tidak jauh berbeda, namun menurut dokter kata-kata motivasi akan sangat membantu Keiza untuk melawan virus yang menyerang tubuhnya. Itulah yang dilakukan keluarga, mereka terus memberikan support lewat kata-kata positif.

Suatu hari, ada dua orang pemuda yang mengunjungi Keiza dan minta izin untuk mendoakannya. Awalnya Henny tidak begitu merespon, namun akhirnya dia mendukukung juga. “Ibu tolong pegang kepalanya Keiza,” Henny menirukan perintah salah satu pemuda itu.

Pada saat berdoa, Henny merasa ada aliran darah yang sangat kencang mengalir. Dia percaya, ini adalah pertanda baik bagi kesembuhan Keiza. “Oh, Tuhan kasih jawaban melalui mereka-mereka ini,” ungkap Henny.

Sejak saat itu, keyakinan dan harapan akan kesembuhan Keiza semakin kuat, mereka pun semakin semangat dalam berdoa. Sebuah lagu yang berjudul “Bagi Tuhan Tiada yang Mustahil” menjadi pengiring doa-doa mereka. “Tuhan aku tahu, mujizatmu sudah disediakan bagi Keiza,” ungkap kakak Keiza.

Kesatuan iman mereka akhirnya sanggup merubah keadaan. Perlahan tapi pasti, tanda-tanda kesembuhan mulai diberikan oleh Keiza. “Setiap hari ada perubahan yang sangat kecil, tapi sangat berarti. Gerakan tangan, gerakan kaki, dia menangis, dia mengangguk,” Henny menjelaskan perkembangan Keiza.

Semakin hari, perkembangan Keiza semakin baik bahkan lebih cepat dari perkiraan dokter. Menurut dokter, Keiza membutuhkan satu tahun untuk bisa duduk normal, berdiri dan berjalan namun mujizat Tuhan sungguh nyata. Dalam dua minggu, Keiza sudah pulih bahkan bisa berjalan.

Kesembuhan Keiza menginpirasi para suster yang merawatnya. “Bu, 16 tahun saya bekerja disini, baru saya lihat apa yang namanya mujizat,” Henny mengutip pengakuan seorang perawat. Bahkan setelah akhirnya Keiza boleh keluar dari rumah sakit, suster menyapanya dengan sebutan “Anak Mujizat”.

“Kini keadaan Keiza sudah sama dengan anak normal lainnya, kemampuan berpikirnya, kemampuan berdiskusinya dan aktifitas fisiknya sudah sama dengan anak lainnya,” ungkap Dr. Dwi Putro.

Pengalaman ini menjadi lompatan iman bagi Keiza dan keluarga. “Kasih-Nya tidak pernah berhenti menyertai keluarga kami dan Tuhan telah memberikan mujizat yang nyata bagi keluarga kami. Bagi Tuhan, tiada yang mustahil!” Henny mengakhiri kesaksiannya.

 

Sumber Kesaksian :

Hanny Hutagalung

 





CBN renungan mobile
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * DODI

    2012-03-23 20:43:26
    WOW.SUNGGUH LUAR BIASA MUZIZAT TUHAN.APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI MANUSIA MENJADI MUNGKIN BAGI TUHAN.ini membuat saya sangat kagum,dan percaya akan muzizat TUHAN,semoga orang yang tidak percaya dapat percaya setelah mendengar kesaksian ini,dan terus melakukan perbuatan yang baik,serta dapat memuliakan nama TUHAN,amin
  • * eco

    2012-03-23 13:17:52
    Ajaib, Yesus ajaib. Bagi Dia tak ada yang mustahil, Amin.
  • * ruth

    2012-02-16 14:59:13
    Tuhan akan selalu memberi apa yang tidak kita minta,apalagi yang kita minta. Dia cuma mau satu dari kita yaitu PERCAYA. Thank's ea bwt share nya. Gbu.
  • * sinta

    2012-02-16 13:20:46
    Amazing...
  • * 777

    2012-02-16 01:10:56
    Setiap orang dapat mengalami mujizat secara pribadi bahkan tanpa pendeta sekalipun dan harus dialami bersama dengan Yesus sendiri.