JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Image

Article

Pray For

Susah Ampuni Istri Selingkuh, Meski Aku Hamba Tuhan

WEDNESDAY, 30 MARCH 2011

Total View : 9850 times

Berawal dari teman yang menceritakan bahwa dia melihat Evert di mall bersama wanita lain, membuat istri Evertlandus curiga. Dia mencoba memeriksa handphone Evert yang tidak pernah dihapus SMS-nya. Kecurigaan ini diperkuat dengan salah satu SMS yang mengungkapkan kata ‘sayang’ dari suami Debby, Evertlandus.

“Akhirnya saya tanya sama suami saya. Saya sebut nama cewek ini (yang ada di handphone tersebut).” kisah Debby, istri Evert. Lalu Evertlandus menceritakan bahwa cewek ini cuma curhat dan tidak ada apa-apa di antara mereka. Untuk membuktikannya, Evert menelepon si cewek di depan istrinya.

“Istri saya marah-marah dengan wanita itu. Saya kemudian bilang kepada wanita itu kalau kami tidak bisa berhubungan lagi.” kisah Evertlandus kemudian. “Tetap aja. Saya kayaknya nggak percaya. Saya pikir suami saya ini pasti selingkuh. Oh, liat aja. Kalau lu bisa, saya juga bisa. Itu yang tertanam di pikiran saya.” timpal Debby kemudian.

Kecemburuan itu sudah membutakan mata hati istrinya. Demi membalas Evert, sebuah tindakan konyol pun dilakukan sang istri. “Ya, tadinya memang urusannya itu cuma urusan pekerjaan. Karena sering bersama, ya ga tahu kenapa, kenapa saya bisa gitu ya, saya tertarik sama cowok itu dan akhirnya melakukan hubungan yang terlarang.” tutur Debby kemudian.

Di lain sisi, Evert pun curiga kepada istrinya. Istrinya yang tidak pernah membuatkan teh maupun menyediakan roti untuknya, mau menyediakan teh dan roti untuk laki-laki tersebut. Sang istri pun pandai menutupi perselingkuhannya. Ajakan Evert dan temannya untuk ikut ke Bandung tidak digubrisnya. Dia malah bersenang-senang dengan pria selingkuhannya.

Ketika Evert sudah pulang dari Bandung, Evert semakin merasa curiga. Pasalnya adalah ketika dia menggedor pintu rumah yang terkunci, lama tidak ada yang membuka. Akhirnya agak lama baru Debby membuka pintu. Mengingat peristiwa itu, Debby masih ingat rasa takut ketahuan oleh suaminya karena perselingkuhan yang dia lakukan.

Saat itu Debby menjelaskan bahwa dia habis mandi, dan sekarang laki-laki yang membantunya beres-beres rumah orangtuanya lagi mandi. Di situlah Evert mulai berpikir, “Wah, sudah terjadi ini.” Evert saat itu menahan dirinya dan mengatakan bahwa mereka sedang ada masalah rumah tangga dan meminta laki-laki itu untuk tidak datang dulu ke rumah mereka. Evert takut dia bisa membunuh laki-laki tersebut.

Kebusukan itu akhirnya Evert bongkar di depan keluarga sang istri. Belum puas sampai di situ, Evert melakukan tindakan gila lainnya. Dia menginterogasi istrinya dan menanyakan berapa kali mereka melakukan hubungan terlarang itu. Istrinya mengatakan bahwa sudah tiga kali mereka berhubungan intim, tapi Evert tidak percaya. Meskipun tembok yang dipukul oleh Evert, namun istrinya menangis juga. Evert kemudian menyuruh istrinya agar menelepon laki-laki selingkuhannya tersebut, kalau tidak dia akan mati malam ini.

Malam itu juga, Debby menelepon dan meminta laki-laki selingkuhannya untuk datang karena ada suatu urusan yang ingin dibicarakan. Saat itu juga, Debby mengakui kesalahannya dan dia tidak mau mengulanginya lagi. Debby ingin agar semuanya berjalan lancar dan suaminya tidak marah-marah lagi, namun ditolak mentah-mentah oleh Evert.

Akhirnya laki-laki itu datang, Evert mengunci pintu rumahnya. Pertama-tama, dia bilang bahwa laki-laki itu seperti pagar makan tanaman. Dia juga menanyakan berapa kali mereka berhubungan intim. Ketika dijawab tiga kali, Evert tidak percaya. Laki-laki itu dipukul olehnya. Pukulan itu membuatnya tangannya sakit, sehingga dia pun menggunakan kaki dan lutut untuk menghajar perut laki-laki tersebut.

“Saya rencana mau bunuh dia sih, saya mau hajar pakai besi. Akhirnya, saya telepon adik saya itu. ‘Eh, lu mau liat ga nih, laki-laki yang tiduri bini gua…’ Adik saya suruh saya tahan di situ. Tak lama kemudian kakak saya telepon. ‘Siapa tuh, kunci dia di kamar, biar kita kuliti dia, kita potong-potong dia’. Kalau saya lepasin dia ke tangan kakak dan adik saya, matilah dia.”

Namun, ketika adik dan kakaknya datang, dia tidak membiarkan mereka masuk. Evert menyuruh agar lelaki itu tetap di dalam rumah dan tidak keluar rumah. Setelah itu, Avert meminta nomor telepon keluarga si laki-laki selingkuhan istrinya, namun dia tidak mau memberikannya. Alasannya, ”Bang, jangan. Ayah saya lagi sakit, nanti kalau dia denger yang begini dia bisa mati.”

“Aku tidak mau tau, kasih ga nomor keluarga lu…” tanya Evert kepada laki-laki itu.

Saat itulah adik Evert masuk. “Adik saya ke dapur dan mengambil pisau. Terus dia disamperin..” Dia menyorongkan pisau itu ke laki-laki tersebut dan meminta nomor telepon yang diminta. “Dari tadi kenapa…” katanya setelah memukul kepala laki-laki dengan menggunakan helm.

Akhirnya Evert menelepon keluarga laki-laki itu. Meskipun tidak bisa menghubungi ayahnya, akhirnya Evert berbicara dengan kakak perempuannya. Mereka datang ke rumah Evert. Evert juga memanggil RT setempat dan meminta laki-laki tersebut untuk tidak datang di sekitar rumah / RT tempat mereka tinggal. Perjanjian ini dibuat hitam di atas putih, jadi kalau masih berhubungan, Evert akan lapor polisi.

Setelah semuanya selesai, mereka pun pulang ke rumah. “Saya sudah tidak mikirin malu, saat itu sudah tidak ada malu di hati saya terhadap kondisi ini.” Sebaliknya, Debby sangat merasa malu atas kejadian tersebut.

Kejadian tersebut membuat Debby memutuskan untuk berpisah dengan suaminya. “Karena saya pikir, buat apa lagi saya pertahankan? Kan, saya sudah ketahuan selingkuh, saya sudah tidur dengan laki-laki lain.” Namun lain dengan yang ada di pikiran Evertlandus.

“Buat saya, tidak ada kata perceraian, semua masalah kita selesaikan bersama. Bahwa pernikahan saya buat sekali seumur hidup.” Perkataan Evert seperti itu, membuat istrinya begitu menyesal dan sedih sekali. Kenapa ya saya melakukan hal seperti itu, begitu kata hati Debby.

Memang Evert bisa menerima kejadian ini, namun tetap ada yang tersisa di hatinya. Hal ini membuat Debby ingin menjauh sebentar dan kembali ke rumah orangtuanya. Evert marah-marah, semua barang Debby dikeluarkan dan Debby disuruh pergi dari sana. Debby yang duduk di bawah lantai, hanya bisa menangis menerima lemparan barang-barang dari suaminya.

“Saya merasa puas kalau melihat dia menangis, saya puas kalau bisa menyakiti dia. Saya ingin dia merasakan sakit seperti saya. Saya memang tidak pernah pukul dia, kalau saya kesel banget, saya pukul tembok.” itulah perasaan Evert saat itu. Susah bagi Evert untuk menghapus luka batin yang dideritanya.

Evert mencoba berbagai cara. Ketika di tempat tidur, Evert memeluk istrinya, tapi ada perasaan tidak nyaman. “Tapi saya merasa jijik aja gitu, saya merasa kok bekas orang ya? Terkadang juga terbayang di pikiran saya bahwa dia tidur dengan laki-laki lain. Saya kok bisa seperti ini ya? Saya komplain dengan Tuhan.”

Selama 1 tahun itu Evert menyimpan rasa sakit di hatinya, meskipun sebagai seorang hamba Tuhan, susah baginya untuk mengampuni perselingkuhan sang istri. Apalagi ketika dia sedang mempersiapkan materi tentang pengampunan, terjadi pertentangan dalam batinnya. Dia sampai-sampai membenturkan kepalanya.

Kemudian ada suara dalam hatinya. “Saya tidak tuntut kamu sempurna kok…Kamu mau naik kelas.” Meskipun sangat menyadari hal itu, tapi Avert tetap saja menderita. “Iya, saya sakit lho. Saya nggak kuat menahan. Tuhan, saya bisa gila nih. Lebih baik saya mati aja deh. Saya berharap kepala saya pecah.”

Dengan segala keputusasaan, Evert tetap pergi ke acara tersebut. Di atas sepeda motor yang setia membawanya ke tempat tujuan, Evert terus bicara dengan Tuhan tentang apa yang harus dia khotbahkan. Dia meminta bisa mengampuni istrinya, agar tidak ada rasa sakit.

”Jadi, ketika saya berkhotbah, Tuhan mengingatkan jika ada orang yang menyakitinya, ampunilah dia, doakanlah dia, berkati dia, Tuhan ingatkan yang lebih mengena kepada saya adalah jika engkau memberikan persembahan kepada-Ku tapi punya masalah dengan saudaramu. Pulanglah, bereskan masalah itu terlebih dahulu.”

Selesai ibadah, Evert menemui sang istri. Evert berdoa dan mengatakan kepada istrinya bahwa dia mengampuni istrinya. Sejak saat itu, damai sejahtera ada pada keluarga mereka. Rumah tangga mereka dipulihkan. (Kisah ini ditayangkan pada acara Solusi Life di O Chanel tanggal 30 Maret 2011)

 

Sumber Kesaksian :

Evertlandus dan Debby




CBN renungan mobile
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * novryyonathan

    2011-03-30 13:55:48
    tdk gampang untuk mengampuni ...... it butuh pengorbanan ....... krn itu sebelum menikah kta harus JUJUR & TERBUKA satu sama lain,,,, krn setiap hubungan yg awalnya keterbukaan dan kejujuran pasti hasilx adalah damai sejahtera ... dan yg terpenting MENGASIHI Allah dgn SUNGGUH", mengerti pengorbanan salib Kristus ... maka hal2 diatas PASTI tdk akan terjadi pada setiap hub org2 percaya .... krn kita akan segera MENJAUHKAN/TDK MEMBIARKAN hati kita tergoda sedetikpun.....
  • * Cammy

    2010-11-22 06:17:21
    Ehm, tp koq kyk'a sya kurang setuju klo hnya m'ampuni si istri..bgmn klo p evert jg m'ampuni si pria, atau bhkn mminta ampun kpd si pria krn tlh mplakukn'a scr kasar (jg adik & kk pak evert)..krn klo sya baca, ad kmungkinn si istri yg mgoda si pria,shg si pria jatuh..mgkn jg si pria m'alami luka batin dgn plakuan pa evert & istri,apalg kluarga hamba TUHAN..sya tau hamba TUHAN jg manusia,tp jujur sya kecewa mbaca tindakn pa evert dlm mnyelesaikn mslh'a dgn kkerasn,spt pria tdk kenal TUHAN..smg ini tdk dtiru oleh keluarga hamba TUHAN lain yg mnemukn pasangn'a tlh bselingkuh & mnyelesaikn'a dgn main tangan..emosi boleh,tp kasih jgn menguap..sya rindu mbaca ksaksian sampai m'ampuni pria/wanita yg tlh mjd selingkuhn..krn itulh yg tsulit dlm hidup..tp bsama TUHAN sgala ssuatu'a psti dimampukn..
  • * frans

    2010-08-19 09:13:23
    saya sangat di berkati sekali degan kesaksiyan ini. saya senang jika mendeganrkan bawa ada yg mau menerima yesus sebagai juruslamat. untuk kesaksiyan ini biarkan semuanya boleh melihat dan merasakan perubahan dlm hidupnya lwt kesaksiyan ini. gbu..^_^
  • * Ronny

    2010-08-16 11:16:27
    Kita semua memang tdk ada yang mampu tapi krn ANUGERAH ALLAH lah kita dimampukan untuk mengampuni karena kita sudah ditebus dengan Darah yang Sangat Mahal yaitu Darah YESUS .... Selamat buat Pak Evert! Kesaksian anda meneguhkan iman kami untuk terus belajar mengampuni mulai dari hal-hal yang sepele
  • * agustin

    2010-08-16 09:55:37
    maaf saya tidak detail baca cerita diatas, tetapi intinya jadi perempuan jangan gampang percaya sama laki2, mesti pakai otak juga jangan selingkuh dibalas selingkuh, meskipun saya perempuan juga, mudah2an masih pakai logika dalam menyikapi masalah, jujur saya juga sering di-maki2 sama perempuan yang ngakunya pacar seseorang, si cowok cerita ke pacarnya kalau kagum sama saya, hehehehe padahal saya tidak tahu dan tidak kenal dengan laki2 pacarnya tersebut, awalnya sih telp si cewek yg me-maki2 saya tanpa sebab, saya jelaskan, tetapi si cewek tidak percaya, yah lama2 saya cuekin aja ngapain ngomong sama orang yang gak penting hehehe, saran saya mau cewek atau cowok baik manusia biasa seperti saya maupun orang yang mengaku hamba tuhan pakailah AKAL ANDA jangan orang yg CURHAT malah di respond, BIJAKLAH MENYIKAPI MASALAH, MEDIA MAKIN BERKEMBANG ORANG ISENGPUN SEMAKIN BANYAK, buat perempuan yang lagi mencari pasangan hidup janganlah percaya dengan LABEL KRISTEN, TAKUT TUHAN DLL, SAYA PRIBADI TELAH MENGALAMI HAL-2 SEPERTI DIATAS, BEGITU ADA YANG TIDAK BERES LANGSUNG DI "CUT" SAJA