Recharge Your Soul
Ayah dan Seekor Ular

Related Articles
WEDNESDAY, 31 AUGUST 2011
Total View : 1290 times
Ketika masih anak-anak saya tinggal bersama dengan Ayah, Ibu, Nenek, dua orang saudara. Saat itu, kami semua tinggal bersama di sebuah rumah tua. Rumah tersebut awalnya dibangun dari dua mobil Shanty. Dan ukuran rumah seperti itu pasti tidak ada banyak kamar. Kami akhirnya memiliki ruang tidur tambahan setelah ada uang yang masuk ke kas keuangan kami. Setelah itu selesai, Ayah saya memutuskan untuk membangun beranda. Karena bentuk rumah kami sangat aneh maka ia membangun beranda di samping kamar tidur dimana saya dan adik saya berada.
Beberapa minggu setelah teras itu selesai, Ibu saya membawakan pot bunga baru dan digantungnya di teras. Saya yang ketika itu sedang asyik bermain hanya melihat apa yang beliau lakukan. Malam harinya, sebuah kejutan datang ke dalam keluarga kami. Seekor ular yang berasal dari sungai tiba-tiba masuk dari atas balok kayu atap teras dan jatuh tepat di depan wajah Ibu saya.
Dalam hidup saya, saya tidak pernah mendengar jeritan ibu saya begitu keras atau melihat ayah saya bergerak begitu cepat. Dalam hitungan detik, ayah saya menyambar bagian belakang kepala ular dengan tangannya dan menariknya menjauh dari Ibu saya yang ketakutan. Setelah ular pergi dan rumah aman kembali, seluruh keluarga tertawa dengan lega. Ayah saya pun memeluk ibu saya dengan penuh rasa cinta.
Kisah hari itu menjadi bagian dari tradisi keluarga kami dan diceritakan kembali berkali-kali selama bertahun-tahun. Setiap kali mengingatnya, kami semua tersenyum, tertawa, dan bahkan bersukacita. Bagi saya pribadi, hari itu menjadi saksi bagaimana Ayah saya mengasihi ibu saya melalui tindakan yang nyata. Beliau tidak memikirkan dirinya. Ketika orang yang dicintainya dalam bahaya, beliau mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkan dirinya. Begitulah kehidupan beliau selama berada di dunia ini - mengasihi dengan tidak egois dan ternyata Tuhan menginginkan kita semua melakukan seperti itu.
Sumber : Skywriting/bm
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching

Roh Kudus, Karunia Terbesar Dari Tuhan
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? (I Korintus 3:16)Precious Minutes
Video Teachings by :
Special Teaching
Written by :

TV Programs

Apakah kematian lebih baik dari sebuah kehilangan ?
Senin, pk. 24.30 WIB di SCTV

Narkoba nyaris hancurkan karirku sebagai artis
Senin-Jumat, pk. 23.00 WIB di O Channel
Senin-Jumat, pk. 07.30 WIB di Family Channel
Rabu, pk. 21.30 WIB di Jogjakarta TV
Senin-jumat pkl 08.00 wib dan 20.wib di Life Channel

Anak rocker terkenal terjebak narkoba
Jumat, pk. 24.30 WIB di MNC TV
Sabtu, 21.00 WIB di U Channel

Usaha Dan Kerja keras Berbuah Prestasi










COMMENTS
COUNSELLING
No comment yet