Teaching
Jangkar yang Terbuat dari Harapan Pada Tuhan

Related Articles
THURSDAY, 08 SEPTEMBER 2011
Total View : 626 times
Pelaut tua itu memandang langit dan melihat bahwa badai akan segera datang. Laut menjadi ganas dan berombak, pelaut itu perlahan-lahan menurunkan jangkar, menutup pintu rapat-rapat dan pergi tidur. Dia tahu badai akan ganas. Tapi dia percaya pada jangkar. Dia tahu perahunya akan tetap di sana di pagi hari nanti.
Seperti pelaut itu, kita punya ‘jangkar’ di dalam hidup kita yang bisa menolong kita berdiri teguh menghadapi badai kehidupan. Jangkar itu dipanggil harapan. Secara alkitabiah, harapan erat kaitannya dengan iman. Penulis Ibrani mengatakan kepada kita “iman adalah dasar dari segala sesuatu” (Ibr 11:1). Bagi umat Kristen, harapan adalah pengetahuan bahwa kita diubahkan lebih baik lagi jika kita percaya kepada Tuhan (Roma 8:28). Itulah konsekuensi bahwa di dalam situasi apapun, rencana Tuhan untuk hidup kita adalah ‘untuk mendatangkan kebaikan dan bukan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan’. (Yer 29:11b)
Alkitab menceritakan banyak contoh dari pria maupun wanita yang berharap pada janji Tuhan. Abraham adalah contoh nyata. Ketika umurnya 75 tahun, Tuhan berjanji padanya untuk memberkati dia dan memberikannya banyak keturunan, sebanyak bintang di langit. Abraham mendengar janji itu dan percaya. Tapi meskipun dia percaya, dia harus menunggu 25 than kemudian untuk melihat pemenuhan atas harapannya. Harapan Abraham berakar di dalam kepercayaan, bahwa Tuhan tidak berubah, dan janji-Nya kekal.
Apa yang menyebabkan harapan kita jadi tawar? Seringkali, kita berharap pada hal yang salah. Sangat mudah bagi kita untuk menempatkan harapan itu di tempat yang salah seperti harta duniawi, menaruhnya pada apa yang kita lihat, rasakan, sentuh. Namun, Tuhan katakan kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yoh 18:36). Taruh harapanmu pada Yesus semata. Namun meskipun kita mempercayai Yesus sebagai Juru Selamat kita, kita tetap bisa kehilangan harapan. Karena itu, kita harus belajar dari Amsal bahwa ‘harapan yang tertunda menyedihkan hati’ (Ams 13:12). Ketika harapan kita tertunda, kita bisa menjadi sangat putus asa.
Jadi bagaimana Abraham melakukannya? Bagaimana dia tetap beriman lebih dari dua dekade? Lihat hubungan Abraham dengan Tuhan. Dia teman Tuhan (2 Taw 20:7), dia juga pelayan Tuhan (Kej 26:24), dan dia taat (Kej 22). Anda bisa melakukan hal yang sama. Tunduklah kepada Tuhan karena Dia sumber pengharapan. Perkuat iman Anda, percaya waktu Tuhan yang terbaik, dan berterima kasih kepada Tuhan tiap hari. Anda bisa mulai hari ini, sekarang juga.
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching

Roh Kudus, Karunia Terbesar Dari Tuhan
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? (I Korintus 3:16)Precious Minutes
Video Teachings by :
Special Teaching
Written by :

TV Programs

Apakah kematian lebih baik dari sebuah kehilangan ?
Senin, pk. 24.30 WIB di SCTV

Narkoba nyaris hancurkan karirku sebagai artis
Senin-Jumat, pk. 23.00 WIB di O Channel
Senin-Jumat, pk. 07.30 WIB di Family Channel
Rabu, pk. 21.30 WIB di Jogjakarta TV
Senin-jumat pkl 08.00 wib dan 20.wib di Life Channel

Anak rocker terkenal terjebak narkoba
Jumat, pk. 24.30 WIB di MNC TV
Sabtu, 21.00 WIB di U Channel

Usaha Dan Kerja keras Berbuah Prestasi










COMMENTS
COUNSELLING
* T
2012-02-29 12:53:54Dahsyat, Bersyukur Bahwa Tuhan Mau Mjd Tempat kita Berharap, Bersyukur bahwa Dia yg mendahului memberikan Pengharapan kpd kita shg kita bisa berharap, Dia yg Memulai Brarti Dia juga yg akan Melengkapi, memenuhi apa yg menjadi harapan kita, Apalagi Pengharapan kita tdk akan sia2 krn Kristus. Halelluya.