JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Share Your Story

Suatu Kali di Suatu Kesempatan..

SATURDAY, 03 SEPTEMBER 2011

Total View : 1633 times

Orang 1: wah rame juga disini. Memangnya semuanya ini mau menghadiri undangan yang sama?

Orang 2: Lah? Memang situ mau kemana?

Orang 1: Ini saya dapat undangan dari Tuhan untuk membahas hukum yang terutama.

Orang 3: Wah! Sama donk. Ya sudah langsung aja kesana. Tapi rame juga ya, kayak mau sidang paripurna.

Orang 4: Hehehehehe. Sudah2 nanti telat lagi datangnya. Di tengah sidang paripurna surga?.

Tuhan : Akhirnya kita sampai pada puncak pembahasan kita tentang hukum terutama, coba ada yang rela membacakan hukum terutama kita.

Orang 1: Saya saja. Itu kan hal mudah. Yang pertama, kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu. Dan yang kedua, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tuhan: Benar sekali. Bagus. Pertanyaannya sekarang, apakah anda para peserta sidang sudah melakukan semua hukum itu?

Orang 1: Saya sudah Tuhan. Saya sudah mengasihi orang lain sebaik-baiknya. Memberi makan anak-anak yatim, janda-janda, dan banyak lagi. Saya juga sudah melayani di gereja sebagai pemain musik, saya kan lumayan hebat main drum nya.

Orang 2: Saya juga sudah Tuhan. Saya banyak memiliki anak asuh, menyekolahkan mereka menjadikan mereka pandai dan berbudi. Selain itu saya juga sudah melayani di gereja sebagai guru sekolah minggu, karena saya sangat suka mengajar.

Orang 3: Sama Tuhan. Saya sudah menyisihkan uang saya tiap bulannya untuk di debit langsung ke sebuah yayasan yang mengurus anak-anak yang mengalami kekerasan. Kalo masalah pelayanan jangan ditanya, saya telah beberapa kali menyampaikan kotbah di kebaktian umum di gereja saya. Memberikan makanan rohani bagi para jemaat.

Orang 4: Kalo saya mungkin tidak sebesar teman-teman yang lain, tapi saya juga sangat suka membuat orang-orang sekitar saya bahagia. Dengan mendengarkan keluh kesah mereka, memberikan masukan, kadang juga bagi-bagi makanan. Kalau untuk pelayanan, saya biasanya di balik layar Tuhan, sebagai pengurus saat ulang tahun gereja, natal dan retreat.

Tuhan: Hebat, semuanya luar biasa. Anda-anda bisa mengasihi sesama, memberikan banyak kontribusi di dalam gereja anda, dengan pemikiran dan kehadiran. Tapi ijin kan Aku bertanya sekali lagi.

Orang 1-4: (semua tersenyum tapi juga berpikir)

Tuhan: Apakah anda sudah memberikan hati anda untuk Saya?

Orang 1: Hmm?. Saya sih mau Tuhan tapi saya rasa Tuhan tidak layak menerima hati yang penuh dengan iri hati ini. Hati saya benar-benar jelek saat ini Tuhan. Tunggu ya nanti aku bersihkan dulu semua iri hati yang ada, setelah itu baru saya serahkan hati saya. (lalu meninggalkan ruang sidang)

Orang 2: Maaf Tuhan. Kalo saya, hati saya sudah patah. Beberapa kali hati saya terluka oleh beberapa rekan sepelayanan, dan bentuk nya sudah tidak layak untuk diberikan pada Tuhan. Coba saya benahi dulu ya Tuhan. (lalu meninggalkan ruang sidang)

Orang 3: Kalo saya?? hati saya penuh dengan kesombongan Tuhan, dan setahu saya Tuhan membenci orang yang sombong, jadi biar saya bersihkan dulu ya Tuhan. Kan kalo member Tuhan harus yang terbaik. (lalu meninggalkan ruang sidang)

Orang 4: Tuhan, hatiku penuh dengan keraguan dan kekuatiran. Padahal seharusnya Tuhan kan mencari hati yang penuh dengan ucapan syukur. Benarkan Tuhan? Jadi biarkan saya membersihkan hal-hal buruk ini dan mengisinya denga rasa syukur. (lalu meninggalkan ruang sidang)

Tuhan: Ada apa dengan anak-anak-Ku ini? Aku tidak bisa memaksa mereka untuk menyerahkan hati mereka pada-Ku. (sedih dan bingung)

Tahukah anda? Banyak dari antara kita mungkin sama dengan orang-orang diatas, orang-orang ini menganggap kesempurnaan adalah yang bisa didapatkan dengan usaha mereka sendiri, mereka berusaha membuat Tuhan senang dengan usaha mereka sendiri, dan menganggap hati mereka yang buruk tidak dapat menyenangkan Tuhan. Tapi kebenaran mengatakan: Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:17) Yesus datang, mati dan bangkit bukan untuk menyempurnakan apa yang tidak sempurna, dimana setiap manusia tidak akan pernah dapat menyempurnakan diri mereka sendiri dengan cara mereka sendiri. Oleh karena itu berikan hati kita, hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan dapat melakukan caranya, cara yang ilahi untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati

 


Sumber : peteryo11, Diedit oleh : vjay,
Segala sesuatu yang berkaitan dengan isi dan kebenaran dari kisah di atas diluar tanggung jawab Jawaban.com
Upload Your Story :
share_button_img


CBN renungan mobile
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • No comment yet