JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Share Your Story

Janganlah Anda Iri karena "Warisan/Status"!

SUNDAY, 27 MARCH 2011

Total View : 2168 times

Ditulis pada tanggal 23 Maret 2011. Ketika saya duduk santai di depan TV, sambil menikmati masa pengangguran saya karena terpaksa resign akibat suami dinas di kota yang berbeda. Sering terbesit di pikiran saya, alangkah indahnya jika saya tidak terburu-buru resign kerja di Jakarta, karena ternyata hanya sela 4 minggu, suami saya kembali di pindahkan dari Jogya ke Jakarta. Saya mempunyai lebih banyak waktu untuk "berpikir" hal-hal yang filosofis tentang makna dari berbagai kejadian hidup yang telah berlalu, yang salah satunya bagaimana saya mengingat para teman SMA saya yang kira-kira 80%-nya merantau ke USA dan berhasil di sana. Saya perhatikan dengan seksama apa perbedaan dan persamaannya dengan saya dan suami saya. Ya, suami saya sempat belajar di Jerman hingga S3 dengan beasiswa. Sedangkan saya cuman penelitian S2 di Jerman, dan kemudian berangkat lagi ke Jerman selama 1 tahun untuk menemani suami saya mengambil Post-Doctoral Research, alias "S4", jika itu boleh disebut demikian. Sedangkan teman-teman saya, mereka memiliki orang tua atau kakek nenek, bahkan tante/om yang kaya raya dan tinggal di luar negeri.

Pikiran saya membuat saya gelisah, dan ingin protes ke Allah. Ini adalah hal yang tidak adil, jika garis hidup manusia ditentukan karena "WARISAN". Bagaimanakah dengan nasib mereka, yang miskin papa,yatim piatu, atau orang yang tidak mempunyai koneksi. Batin saya bergumul dan berusaha mengingat ayat-ayat Alkitab, atau kotbah pendeta yang dapat menenangkan hati. Dalam sekejap saya dikagetkan dengan ingatan atas ayat Maz 101, yang membeberkan syarat "Kepribadian" agar kita itu dapat diterima oleh kalangan banyak. Maz 101:Mazmur Daud. 1) Aku mau menyanyi tentang kesetiaan dan keadilan, bagi-Mu, ya TUHAN, nyanyian pujianku! Aku mau memperhatikan cara hidup yang tak bercela. Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku mau hidup suci di rumahku,kejahatan tak akan kubiarkan. Kubenci perbuatan orang murtad, dan tak mau berurusan dengan mereka. Aku tak mau berlaku curang dan tak mau terlibat dalam kejahatan. Orang yang memfitnah dengan diam-diam akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati tak akan kubiarkan.Kusukai orang yang setia kepada Allah; mereka boleh tinggal di rumahku. Orang yang hidup tanpa cela boleh melayani aku.Penipu tak boleh tinggal di rumahku; pembohong tak akan tahan di hadapanku.Dari hari ke hari aku akan membasmi orang-orang jahat di negeri ini. Semua orang yang melakukan kejahatan akan kulenyapkan dari kota TUHAN. Raja yang bernazar itu, berarti juga mereka yang mempunyai harta dan reputasi yang diperoleh dengan benar di hadapan Allah dan hukum manusia. Mereka akan sangat hati-hati dalam menjaga pergaulan mereka, sangat selektif. Dan tak cuman sekedar itu, mereka adalah kelompok manusia yang tahu berucap syukur, dengan rela menolong orang lain. Ya itu termasuk, memberikan pekerjaan, atau channel kerjaan. Mereka mampu menjadi seorang Samaria yang baik hati, tuk mau menolong orang asing.

Kita, sebagai orang yang beriman dan beragama, akan dinilai oleh Allah secara fair/murni. Jika kita dianggap layak secara kepribadian, tanpa "embel-embel duniawi", niscaya Allah akan mempertemukan kita pada "KAUM RAJA YANG BERNAZAR". Saya mengaminkan hal ini, karena itulah jalan cerita hidup saya dan suami saya. Dalam kondisi sulit, saya diuji dan diuji lagi oleh Allah. Ya, memang tidak mudah. Menangis adalah langganan saya hampir setiap saat. Namun, di kala itu juga saya berdoa, agar saya dapat menempuh segala proses "SEKOLAH KEPRIBADIAN" Allah ini. Setelah lulus ujian, saya pasti direkrut oleh KAUM RAJA BERNAZAR tersebut. Saya bisa menempuh segala keberhasilan karir, pendidikan di negri sndiri dengan beasiswa ke jerman dan brussels, itu semua karena kemurahan hati dari orang-orang "KAUM RAJA BERNAZAR". Jadi, jika kita dalam kondisi terpuruk, seakan berjalan di tempat. Tidak ada kemajuan, walau sudah mencoba ini dan itu. Mungkin, usaha secara manusia sudah cukup. Namun, usaha kita tidak cukup dalam hal merubah HATI, merendahkan hati di depan Allah, dan mengakui segala dosa, juga berkomitmen tuk merubah diri seturut GAMBAR dan RUPA ALLAH. Janganlah iri terhadap mereka yang mendapatkan harta dan kesuksesan dengan cara lalim. Mereka seperti ilalang liar di padang rumput. Dalam sekejap saja, mereka akah hilang. Mereka akah dikalahkan oleh RAJA YANG BERNAZAR tersebut. CARILAH ALLAH, MAKA SEMUANYA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU. ALLAH AKAN MEMPERTEMUKAN ANDA DENGAN KELOMPOK RAJA YANG BERNAZAR. GBU ~ Judith M. Tomasowa


Sumber : Marilyn, Diedit oleh : vjay,
Segala sesuatu yang berkaitan dengan isi dan kebenaran dari kisah di atas diluar tanggung jawab Jawaban.com
Upload Your Story :
share_button_img


CBN renungan mobile
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Pertama kali mengikuti Doa PertobatanPemulihan
Nama Lengkap :
Email

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * DJ Simanjuntak

    2011-12-05 03:19:03
    Renungan ini pas utk ku, karena sampai saat ini aku belum dapat kerjaan..
  • * me

    2011-04-05 22:36:16
    Orang yang berpandangan kepada Tuhan dan perkara diatas tidak akan pusing atas perkara didunia ini, entah mengenai org lain yg lebih kaya atau org lain kaya karena kejahatan atau warisan. Mari berfokus pada Tuhan Yesus saja maka kita tidak akan dipusingkan dengan perkara lahiriah.
  • * n@s

    2011-04-04 23:37:26
    Semua hal yang berproses pasti ada jatuh bangunnya. Itu bisa terjadi pada siapa saja. Renungan ini semakin menguatkanku, bahwa di luar sana banyak orang yang hidup dalam pergumulan, dan mereka dikuatkan karena mau mendengarkan Tuhan. Saya yakin ini sebuah ajakan, agar akupun semakin dikuatkan jika menghadapi hal yang sama, terlebih dalam menghadapi permasalahan. Kiranya dijauhkanlah hidupku dari iri hati dan kesombongan. Tuhan pasti menuntunku untuk sembuh.
  • * ll

    2011-04-02 20:35:10
    Wow. Sgt diberkati dgn ceritanya. Irihati itu emang musuhnya manusia. Tapi Bapa selalu punya cara utk mengikisnya dari kehidupan kita. Aku berdoa biar hati kita bersih dan tulus seperti Tuhan Yesus. Amin. :)
  • * ute

    2011-03-28 08:23:55
    Terima kasih Yesus. Kau baik banget, saya pertanyaan muncul di benakku selama perjalanan ke kantor pagi ini tentang ketidaksuksesan. Kau sediakan jawabannya pagi ini juga melalui artikel ini. AMIN & ALWAYS LOVE U, JESUS