Special Teaching
Kesombongan Itu Sama Dengan Sebuah Kegilaan

Related Articles
WEDNESDAY, 12 JANUARY 2011
Total View : 2331 times
Seorang filsuf Yahudi/Belanda, Baruch Spinoza (1632-1677 M) menggambarkan kesombongan sebagai kegilaan:
“Jadi kita yang melihat hal ini terjadi, bahwa manusia mudah sekali berpikir tentang dirinya terlalu tinggi, atau objek untuk dicintai dan juga sebaliknya, tidak berarti atau objek untuk dibenci. Perasaan ini disebut “kesombongan,” dalam kata lain orang yang memandang dirinya terlalu tinggi, merupakan spesies yang mengalami kegilaan.”
Penulis asal Inggris, C.S. Lewis (1898 – 1963 M) menggambarkan kesombongan sebagai “Sebuah pikiran yang anti-Tuhan… sebuah dosa besar.”
Masalah kesombongan ini seringkali membuat para pemimpin memiliki pandangan yang salah tentang diri sendiri. Mereka menaruh identitas mereka pada talenta, prestasi, pencapaian, dan harta benda. Satu-satunya obat untuk masalah kegilaan karena kesombongan ini adalah pandangan yang jelas dari Tuhan sehingga kita bisa melihat diri kita yang sebenarnya, diciptakan dan terus-menerus berada di dalam Tuhan.
Reformator, John Calvin (1509 – 1564 M) membuat sebuah observasi yang sangat bermanfaat,
“..sudah jelas bahwa manusia tidak akan pernah memiliki pengetahuan yang jelas tentang dirinya sendiri kecuali orang tersebut melihat dahulu kepada wajah Tuhan.. Karena, semua orang memiliki kecenderuangan alami untuk munafik, sebuah gambaran akan kekosongan..”
Saya percaya sebagai seorang pemimpin Kristen memulai dengan mencari visi yang dari Tuhan dimana gambaran palsu kesombongan itu akan dilucuti, dan menjadi seperti perkataan John Michael Talbot, “sebuah kanvas yang kosing” siap untuk dilukis dengan gambaran Allah.
Namun seringkali kita menempatkan diri untuk berkompetisi dengan orang lain – kita berpikir seperti ini: bahwa kita membangun kredibilitas dan posisi kita dengan mendeskriditkan orang lain dan karakter orang lain. Dengan berkembangnya dunia virtual, menjadi mudah untuk meragukan kredibilitas orang lain dengan membuat komentar tanpa nama di dunia maya. Bagaimana kita mengubah kecenderungan untuk bersikap sombong ini? Saya percaya bahwa seseorang menjadi pribadi yang otentik ketika masuk dalam sebuah komunitas yang aman dimana dirinya mengalami transformasi yang mengubah alam permusuhan itu menjadi sebuah pertobatan yang sungguh-sungguh.
Mungkin langkah pertama proses trasformasi itu adalah dari mengubah cara pandangan dan pemahaman pada komunitas yang ada. Tidak ada tranformasi yang terjadi tanpa pertobatan dan berserah kepada Yesus Kristus. Disinilah kita akan menemukan komunis yang sejati dan kebenaran. Saya diingatkan sebauh doa dari abad 17 dari kaum Puritan:
Tuhan Yesus, adalah kerinduan utama saya untuk membawa hati saya kembali kepada-Mu.
Yakinkan saya bahwa saya tidak bisa menjadi tuhan atas diri sendiri, atau membuat diri sendiri bahagia, kecuali Kristus sendiri yang memulihkan sukacita saya, kecuali Roh Kudus mengajar, membimbing dan memimpin saya. Ambillah mata saya yang jelalatan, telinga yang suka penasaran, nafsu serakah dan hati yang penuh hawa nafsu ada di dalam saya.
Tunjukkan pada saya bahwa semua itu tidak dapat menyembuhkan luka hati atau membantu untuk bangkit atau meningkatkan semangat saya.
Untuk itu bawa saya pada salib itu dan biarkan saya disana. Amin.
Semoga kita dijauhkan dari keegoisan, ataupun sikap bersaing dengan sesama kita, karena kita sebagai orang Kristen dipanggil untuk mengutamakan orang lain daripada diri sendiri (Filipi 2:1-4). Hal ini artinya juga memperlakukan mereka yang bertindak suka bersaing dengan diri kita dengan kasih dan tanpa penghakiman sebagaimana seharusnya tindakan seorang pengikut Kristus yang tidak mencondongkan hatinya pada “ambisi pribadi atau kesombongan.”
Oleh: Dr. Corné Bekker seorang professor di Regent University School of Global Leadership & Entrepreneurship dan juga hamba Tuhan. Sebelumnya juga melayani sebagai asisten dekan di Rhema Bible College di Johannesburg , Afrika Selatan.
View writer's profile
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Other Articles
Teaching

Roh Kudus, Karunia Terbesar Dari Tuhan
Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? (I Korintus 3:16)Precious Minutes
Video Teachings by :
Special Teaching
Written by :

TV Programs

Apakah kematian lebih baik dari sebuah kehilangan ?
Senin, pk. 24.30 WIB di SCTV

Narkoba nyaris hancurkan karirku sebagai artis
Senin-Jumat, pk. 23.00 WIB di O Channel
Senin-Jumat, pk. 07.30 WIB di Family Channel
Rabu, pk. 21.30 WIB di Jogjakarta TV
Senin-jumat pkl 08.00 wib dan 20.wib di Life Channel

Anak rocker terkenal terjebak narkoba
Jumat, pk. 24.30 WIB di MNC TV
Sabtu, 21.00 WIB di U Channel

Usaha Dan Kerja keras Berbuah Prestasi










COMMENTS
COUNSELLING
* lidia
2011-01-19 02:01:55Amen halleluya
* isak
2011-01-12 10:23:39saya sangat diberkati oleh artikel di atas...koreksi diri itu dan mau dibentuk oleh Tuhan Yesus adalah kata - kata yang begitu harus aku lakukan si setiap langkahku dalam hidup. Aminnn..