artikel TERKINI

terkini_img

Kisah Nyata Pengakuan Seorang Gigolo

Nama saya Dion Alexander. Sejak saya berusia delapan belas tahun hingga dua puluh lima tahun orientasi seksual saya lebih menyukai pria, terutama bapak-bapak, karena saya mencari figur seorang papa. Dalam perjalanan hidup selanjutnya, saya juga mulai menyukai wanita. Entah menurut orang saya biseks atau bukan, namun dalam aktifitas sosial, saya bisa bicouple.

Melalui pertemuan saya dengan seorang talent agency, dalam proses  waktu beberapa bulan saja, penampilan saya benar-benar dirubahnya. Saya diajarkan untuk memiliki angel face, saya diajarkan untuk bagaimana proses pemotretan, saya diajarkan bagaimana me-mach-kan pakaian, memiliki penampilan yang bersih dan juga untuk menghargai diri sendiri. Saya diajarkan untuk menyadari bahwa diri saya berharga. Disitulah saya melihat wajah saya dengan cara berbeda. Saya mulai senang dengan diri saya, dan menyadari bahwa ternyata diri saya tidak terlalu jelek seperti yang dikatakan orang.

Dalam perjalanan karir saya dalam dunia entertaint inilah saya mulai terlibat dengan dunia gigolo. Setiap kali sehabis show, ada seseorang, yang maaf kata, orang tersebut bisa dibilang sebagai seorang germo.

Hingga suatu hari, di sebuah hotel, saat itu saya sedang minum-minum. Di sanalah terjadi sebuah transaksi. Di sana saya melakukan hubungan seks yang pertama kali dengan seorang laki-laki yang membawa saya pada suatu perubahan. Dan dalam hitungan jam, saya dibawa kepada seorang pengusaha wanita. Dalam hari yang sama, saya telah menjual diri saya pada dua orang.

Saya sangat menyesali perbuatan saya hari itu. Dalam artian, kalau saja semua itu tidak terjadi, saya bisa lebih menghargai keperjakaan saya. Sekarang, saya menganggap keperjakaan saya tidak ada artinya.

Hari itu saya merasa sangat jijik terhadap diri sendiri. Saya masuk kamar mandi, dan berendam cukup lama. Saya jijik, saya bahkan memakai sabun berkali-kali.

Namun semua itu tidak menghentikan semua perzinahan tersebut, bahkan semakin membuat saya semakin menggila. Saya mulai berani menjual diri dan memproklamirkan bahwa inilah yang saya cari, dunia seperti gigolo, atau gay, atau free sex, entah dengan orang yang sudah bersuami atau sudah beristri atau belum.

Yang saya inginkan hanyalah memain-mainkan perasaan orang, saya hanya mencari kasih dari laki-laki hidung belang atau dari wanita-wanita yang tidak ada suami atau memiliki suami tapi belum puas. Saya hanya dibayar beberapa ratus ribu untuk beberapa jam, dan menggunakan uang tersebut untuk berfoya-foya.

Dengan melakukan free sex, saya merasa mendapatkan apa yang saya cari selama ini. Suatu pelukan kehangatan dalam tanda kutip, baik dari pria maupun wanita. Sebenarnya, yang saya cari hanyalah sesuatu yang sederhana, sebuah pelukan yang tulus dari seorang ibu atau seorang ayah.

Semua itu berlanjut ketika saya mendapat tugas akhir kuliah dengan magang di Bali. Di sana saya berhubungan dengan turis-turis Jepang. Saat itu saya gampang banget untuk dapatkan dolar. Pada tahun 1999, tarif saya mulai dari lima ratus ribu hingga satu juta dan terus berkembang, hingga ada seseorang yang mau membelikan saya sebuah apartemen.

Semua hal yang saya lakukan ini bermula dari kekecewaan yang saya simpan sejak kecil.

Hingga saya berumur sepuluh tahun, saya cukup bangga menyandang nama Hari Wibowo. Di raport, ayah saya adalah Hari Wibowo, dan dimana saja saya dikenal sebagai anak Hari Wibowo, namun ternyata dia bukan ayah kandung saya. Mau dibohongi seperti apapun, tetap dia bukan ayah kandung saya. Hal itu membuat saya sangat kecewa.

Saya kecewa dengan mama saya, karena kebodohan yang dia lakukan. Saya kecewa dengan ayah saya, karena dia meninggalkan saya. Walaupun saya disediakan rumah, saya diberi mobil, saya diberi dana pendidikan, tapi apakah semua itu cukup?

Hal itu sesuatu yang rumit dalam pemikiran saya sebagai seorang anak kecil. Hal itu membuat saya menyimpan dendam. Apa lagi saya tahu bahwa kelahiran saya diinginkan, karena saya lahir duluan baru kemudian orangtua saya menikah. Dan semua itu terjadi hanya karena harta. Akhirnya dalam pertumbuhan saya "harta" itu tertanam dengan kuat dalam pikiran saya.

Dendam itu akhirnya saya lampiaskan dengan mempermainkan orang ketika saya menjadi seorang gigolo. Saya pernah berkenalan dengan pengusaha, seorang direktur rumah sakit Internasional Bali, di Sangla. Saya ingin mempermainkan dia, karena dia kesepian, dia sedang ditinggalkan istrinya. Saya katakan, kamu kan ditinggalkan istrimu, saya juga pernah ditinggalkan oleh ayah saya, jadi sama-sama. Saya ingin orang merasakan ketika seseorang ditinggalkan orang yang dikasihinya, dan dipermainkan perasaannya. Saya jadi seperti binatang, sesuatu yang membuat saya benci pada diri saya sendiri.

Seringkali saya jijik dengan keadaaan diri saya sendiri. Dan itu seringkali saya rasakan saat saya mandi, saat saya telanjang dan mengingat apa yang sudah saya lakukan. Saya merasa risih dan memakai sabun sampai berkali-kali, bahkan seringkali saya menangis. Kalau melihat senyum saya di cermin, saya sering benci sendiri karena senyum saya itu seakan berkata ‘Ayo, mesumlah dengan saya."

Saya sering memandang diri saya dan bertanya, kenapa kok saya seperti ini? Gara-gara uang kok saya menjual diri saya? Hanya gara-gara kesenangan sesaat kok saya kehilangan arah? Seharusnya saya bisa mencari teman-teman yang tidak seperti itu. Kalaupun saya kecewa dengan kakak saya, keluarga saya, orangtua saya, saya seharusnya tidak sampai seperti ini.

Sampai akhirnya saya ingin bunuh diri. Saya merasa depresi, dan menyayat-nyayat tubuh saya sendiri. Saya merasa tertekan, karir sebagai entertaint sudah gagal karena saya sudah asik dengan dunia yang najis. Dan selain itu saya sudah banyak bohong dalam kehidupan.

Saya sendiri tidak ingin terperosok dalam kehidupan sesama jenis yang tidak ada ujungnya. Atau dengan lawan jenis yang gonta-ganti pakai. Saya sudah merasa eneg, seperti orang yang sudah kelebihan atau sering memakai ada perasaan eneg dan bosan.

Hingga suatu malam, saat aku di kamar, aku menemukan satu ayat ini :

"Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku." (Mazmur 32:5).

"Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.' (Mazmur 31:22).

Malam itu, saya beritahukan semua dosa-dosa saya. Semua saya catat, saya menangis dan berseru, ‘Tuhan ini apa yang ada dalam diri saya, saya sudah hancur semuanya. Integritas saya sudah hancur, ngga ada apa-apa lagi yang ada pada saya.'

Kemudian Tuhan ingatkan saya, ‘Kamu boleh kehilangan semuanya, namun tidak boleh kehilangan satu hal, yaitu Aku.'

Saya menyadari, Alkitab yang ada di depan saya ini sangat berharga, semua barang boleh ada, tapi Alkitab ini yang paling penting. Karena di Alkitab ini, saya menemukan jawaban. Bukan berarti saya memberhalakan, atau saya jadikan mantra, tapi ini adalah warisan dari orangtua saya yang sangat berharga, sebuah pesan dari Tuhan.

Dion berhasil keluar dari kehidupan kelamnya bahkan melepaskan pengampunan kepada keluarga dan ayah kandungnya.

Saat saya teringat untuk mengampuni, saya hanya berharap, suatu saat kalau Tuhan ijinkan saya bisa bertemu dengan papa kandung saya. Dan kalaupun dia sudah tidak ada, ataupun saya tidak bisa bertemu dengan dia, saya hanya mau mengucapkan terima kasih.

Saya tidak menuntut harta, saya tidak lagi menuntut pengakuan dari papa saya, karena saya sudah memiliki papa yang tidak pernah meninggalkan saya. Orang boleh meninggalkan saya, harta saya boleh habis, namun Yesus ini, adalah papa saya. Sebejat-bejatnya saya, dia tetap menerima saya. Yesus bagi saya adalah segalanya.

Saat ini Dion dikenal sebagai penulis buku laris, bahkan mendapat kehormatan untuk menjadi duta baca bangsa serta aktif dalam membina anak-anak jalanan.

 

Sumber Kesaksian:

Dion Alexander

 


Add Comment

Nickname
Email
Comment

* alex

2014-02-28 09:21:55
OBAT PEMBESAR PENIS VIMAX KAPSULCall/sms; 0856 0795 4414 http://obatkuatpria.hol.es/2014/01/vimax-pills-asli-obat-pembesar-dan-panjang-penis-herbal/ VIMAX KAPSUL CANADA OBAT PEMBESAR DAN PANJANG PENIS HERBAL pembesar penis VIMAX CAPSULE adalah produk herbal alami yang di produksi khusus untuk pria dewasa yang memiliki masalah dengan alat vital kecil dan pendek, sehingga menginginkan penambahan besar dan panjang yang maximal. Alat pembesar penis VIMAX KAPSUL merupakan solusi terbaik cara membesarkan penis, karena vimax capsule sudah terbukti khasiatnya dan nyata hasilnya. Sex Shop On Line Call Center Hp : 0821 3495 8895 ( SMS ) 24JAM : 0856 0795 4414 Pin BlackBerry: 2AC 44 BCA www.obatkuatpria.hol.es/

* Steven

2013-01-27 00:44:47
Kesaksian yang luar biasa. Sangat memberkati. Kesaksian ini membuktikan mereka yg terjerat dengan dosa homoseksual, biseksual maupun kenajisan dapat TUHAN ampuni dan selamatkan. Asalkan kita mau bertobat dan berubah. GBU Dion

* kurniasih

2013-01-26 19:36:51
Pengalaman yg luar biasa bersama Tuhan Yesus.Pengalaman ini sangat memberkati saya.Tuhan Yesus lah orangtua yg setia dan tetap setia sampai kapan pun.

* adhyt

2013-01-25 16:35:30
Tuhan kita luar biasa Ia tak pernah menyangkali kita walau kita sering menyangkalinya,tetap bertekun dalam doa biarlah dirimu menjadi terangNYA di bumi

* dinos

2009-06-17 23:44:44
tetap jaga kekudusanmu brother,u hebat..tetap semangat....
 1 2 3 > 
Solusi Life Offair