Ask The Expert
Single
- Nama : Nova
Umur: 20
Profesi: Mahasiswa
Alamat: Medan
PERTANYAAN
Saya seorang mahasiswa, saya mempunyai teman yang tegas abiz, dan ketika saya berbicara dengan dia saya jadi kurang pede dan minder karena sikap yang ingin selalu menang sendiri olehnya! Namun saya sangat senang bersahabat dengan dia karena dia smart dan juga tegas, namun saya juga kepingin didengarin ama dia sebagai seorang sahabat. Saya ingin memutuskan apakah saya melanjutkan persahabatan kami atau cari strategi baru dalam persahabatan yang kami jalin! dan kalau keputusan saya mencari strategi saya tak tau harus bertanya ama siapa! Bantuin aku dong !!!!!! Thank's GBU Umur : 20
Profesi : Mahasiswa
Alamat : jalan Letjend. Djamin Ginting 296 -298 Gg Medan Area No 5 Padang Bulan medan
PERTANYAAN :Saya seorang mahasiswa, saya mempunyai teman yang tegas abiz, dan ketika saya berbicara dengan dia saya jadi kurang pede dan minder karena sikap yang ingin selalu menang sendiri olehnya! Namun saya sangat senang bersahabat dengan dia karena dia smart dan juga tegas, namun saya juga kepingin didengarin ama dia sebagai seorang sahabat. Saya ingin memutuskan apakah saya melanjutkan persahabatan kami atau cari srtategi baru dalam persahabatan yang kami jalin! dan kalau keputusan saya mencari strategi saya tak tau harus bertanya ama siapa! Bantuin aku dong !!!!!! Thank's GBU
- Nama : Nita
Umur : 20
Profesi :
Alamat : JakartaPERTANYAAN :
Pak bambang aku tanya, aku punya cowo lebih tua dari aku 4 tahun. Cowoku tuch cowo egois banget, dia selalu menuntut dan menuntut. Apalagi kalo udah maunya dia harus dituruti. Awalnya saya nerima aja, tapi kelamaan saya menjadi tertekan dengan tuntutan dia. Apa yang harus saya lakukan ma cowo saya? Thx Pak Bambang.
- Nama : Dea
Umur : 29
Profesi : Swasta
Kota : Pontianak
PERTANYAAN :
Aku punya calon suami. Kami sudah kenal sekitar 1 tahun 2 bulan. Dalam kami berpacaran banyak suka dan duka yang kami lalui, termasuk suatu musibah yang tidak dapat kami hindari. Calonku mendapat penyakit impoten. Ini merupakan ketidakberdayaaan bagi dirinya. Sebagai pasangannya, sampai detik ini perasaanku padanya tidak berubah sama sekali walaupun aku tahu keadaan dia yang sesungguhnya. Bagiku ini bukan aib, mungkin ini jalan TUHAN untuk kami agar membantu anak-anak-Nya yang memerlukan orangtua. Tapi di lain pihak pasanganku ingin aku meninggalkannya karena menurutnya dasar dari suatu pernikahan adalah finansial dan seks (maaf). Sekarang aku harus bagaimana?


