JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Parenting

Menghadapi Ketidakjujuran Anak Remaja

View :4386 clicks


Nama: Lisa
Umur: 41
Profesi: Karyawan
Kota: Denpasar

PERTANYAAN :

Shalom, saya memiliki anak remaja putri yang saat ini berusia 13 tahun. Bagaimana cara terbaik menghadapinya ketika kita tahu ia melakukan ketidakjujuran dibelakang kami? Karena apabila kita berkata keras, ia akan semakin tidak mau terbuka sehingga sebagai orangtua kami kesulitan untuk mengarahkan mana yang baik dan yang benar. Ada sahabat yang memberi saran untuk di'sidang' demi pembentukan karakternya, sementara yang lainnya menyarankan untuk lebih menjadikannya sahabat. Namun mengingat kami sudah pernah memarahi ketidakjujurannya sebelumnya, maka kelihatannya ia semakin tidak mau terbuka. Kalau sudah begini apa sebaiknya langkah yang perlu diambil agar ia mengetahui bahwa kami orangtuanya bisa menjadi sahabatnya dan tidak perlu berlaku tidak jujur? Demikian pergumulan kami selaku orangtua. Terima kasih, God Bless you.

Jawaban Bambang Syumanjaya: 

Ibu Lisa yang sedang bergumul, menghadapi anak remaja yang sedang mencari identitas, kebermaknaan dan keberhargaan diri tentunya membutuhkan kesabaran ekstra dari orangtua. Kekerasan dan "siding" tidak akan membuka jalur komunikasi dengan anak. Komunikasi dengan anak tidak dapat terbangun hanya pada saat ada masalah, renungkanlah apakah selama ini ibu dan bapak sudah memiliki komunikasi yang baik dengan anak ibu? Apakah sudah ada rasa aman sejak dini bagi putri ibu berbicara dengan ibu tanpa ada rasa takut dimarahi atau dihukum? Kalau belum maka ibu tidak dapat memaksanya sekarang untuk terbuka.

Bangunlah hubungan dengan anak pada kehidupan sehari-hari, menjadi sahabatnya adalah sebuah PROSES bukan hal yang instan. Kalau ibu belum pernah melakukan hal ini sebelumnya maka konsistensi menjadi penentu keberhasilan.

Mengapa anak kita berbohong? Langkah kita sebagai orangtua seharusnya adalah mencari penyebab dan akar masalahnya, di bidang apa anak berbohong? Apakah hanya dalam satu bidang bohongnya? Misalnya soal uang atau soal hubungan dengan pria? Galilah penyebabnya dari dirinya, apabila masih kesulitan maka ibu dapat menggunakan jasa konsultan keluarga yang terpercaya, Family DISCovery misalnya. Silahkan hubungi di nomor telepon 021-45874066.

Jawaban Jarot Wijanarko:

Saya sependapat dengan saran: jadilah sahabat anak ketika anak Anda menginjak remaja. Jaga hati Anda untuk tidak marah saat Anda tahu ia jatuh cinta, punya pacar, ia membuka situs porno, nilai ulangan jelek dan hal-hal buruk lainnya. Jika Anda marah, tidak menjamin sama sekali bahwa ia tidak akan melakukannya lagi. Ia hanya berhenti bercerita pada Anda, ia menutup mulutnya rapat-rapat, mengangap Anda musuh, tidak layak mendapat informasi, Anda akan ditakuti dan bukan dihormati, dibelakang Anda ia tetap akan melakukannya. Disidang, dihajar, diusir dari rumah, dihukum, sama sekali tidak akan menyembuhkannya, selain semakin menjauhkan dia dari Anda. Dia akan menjadi makhluk asing di rumah Anda, yang Anda tidak akan pahami, tidak bisa diajak berbicara dan akan menjadikan Anda pusing tujuh keliling.

Jika sudah terlanjur marah, sudah terlanjur tertutup dan hubungan sudah terluka, tidak ada jalan pintas, tidak ada jalur cepat, selain anda membangun kembali dari awal, hubungan anak-orang tua, bukan seperti ketika ia masih taman kanak-kanak. Ia sudah remaja, ia perlu didengar, dihargai pribadinya, diberi hak memilih dan memutuskan baju apa yang dia beli dan pakai, diberi kesempatan memutuskan ke Mall mana, makan malam keluarga dimana, layaknya dia sahabat Anda.

Jika dia punya pacar, buka situs porno dan hal-hal lainnya, ada baiknya Anda membahas secara profesional, tanpa emosi, bahas untung rugi, enak tidaknya dengan logis, dan bahas sebagai seorang sahabat, tanpa menyalahkan atau menentukan keputusan akhir. Jika Anda bisa menjadi teman membahas hal-hal yang baru dalam hidupnya, ia justru akan meminta pendapat Anda, saat ia sendiri sebenarnya ragu mengambi keputusan.

Jadi dekati dia kembali, sediakan waktu untuk menjadi sopir pribadi, mengantar les atau menemani nonton film ataupun mencari baju ke outlet.  Anda bisa berperan sebagai teman, dan jika Anda mau memberi teladan dengan jujur, misalnya Anda cerita, bahwa waktu remaja juga Anda sempat menonton pornografi, lalu jatuh dalam onani dan masturbasi, yang walau nikmat, tetapi membuat rasa bersalah. Rasa berslah ini mengganggu batin Anda, rasa tertuduh, tidak layak, tidak bisa berdoa dan lain-lain, lalu Anda jatuh bangun dalam komitmen untuk tidak lagi melihat pornografi. Semakin terbuka dan jujur, dan detail dalamnya pergumulan Anda dalam berjuang melawan pornografi, itu akan membuat dia semakin mudah mengikuti komitmen Anda. Jika hanya marah dan melarang, dia akan mengangap Anda orang munafik, yang tidak pantas didengar dan dihormati, walau Anda yang melahirkan dan membesarkan dia.  Mendidik anak remaja, adalah tantangan tersendiri, banyak orang tua gagal menjadi sahabat anak, dan setelah komunikasi putus, maka tinggal tunggu kejutan-kejutan selanjutnya. Kejutan karena ia bolos, pakai narkoba, tiba-tiba hamil, tidak mau kuliah dan hal-hal yang lebih mengerikan lainnya. Kejutan, karena Anda tidak mendapat informasi apa-apa dari hidupnya, karena ia diam dengan Anda.

Zaman sudah berubah, sekarang bukan zaman feodal dimana anak bisa disidang, diancam dan dikurung di rumah. Jika Anda bersikap keras, hanya satu kemungkinan yang Anda akan tuai, pemberontakan. Ini pasti.  Tidak mudah menjadi orang tua zaman ini, tetapi jika anda mau berusaha, pasti bisa. Miliki teman-teman yang sudah berhasil mendidik anak-anak remajanya pda generasi ini, bukan pada masa lalu. Zaman dan keadaan sudah berbeda. Baca buku-buku remaja, buku mendidik anak, psiklogi remaja, untuk memperluas wawasan Anda. Semakin Anda memahami, semakin Anda bijaksana. GBU

Imago Planet



COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • No comment yet