Ask The Expert
Husband & Wife
Ditinggal Anak Istri
View :1638 clicks
Nama : Adhi Umur : 35 Profesi : Marketing Kota : Tangerang
Pertanyaan :
Shalom, Saya adalah seorang suami yang menikah selama 6 tahun dan oleh karena suatu dan lain hal, istri saya telah memutuskan untuk keluar dari rumah bersama dengan anak saya sejak Februari tahun ini. Dia marah dengan saya yang menuduhnya telah berselingkuh. Saya sebagai kepala keluarga berhak untuk menghentikan perbuatan yang mungkin sepele tapi prinsipil bagi seorang istri. Pergi ke sana kemari berdua dengan teman pria dan sering bertelpon ria di atas jam 12 malam tentunya sangat tidak bisa ditolerir.
Sekarang ini pernikahan kami sedang di ujung tanduk. Sebagai orang Kristen, apa yang saya harus lakukan? Karena istri saya sangat keras kepala dan arogan, bahkan saat diajak untuk konseling pun, dia bersikukuh untuk menolaknya. Saya merasakan hubungan yang tidak jelas sekarang ini. Mohon petunujuk dan nasehatnya. Terima kasih, GBU.
Jawaban :
Dear Adhi,
Konseling pernikahan adalah pilihan yang terbaik untuk memperbaiki rumah tangga yang retak. Namun, jika dugaan Anda bahwa istri berselingkuh itu benar, maka sukar untuk mengajaknya berkompromi sekarang. Konseling pernikahan harus dijalankan oleh dua orang yang pada dasarnya masih ingin rumah tangganya dipertahankan tapi tidak tahu bagaimana. Dalam kasus salah satunya menolak untuk konseling maka, pihak yang berinisiatif harus mengambil langkah yang lebih aggresif. Langkah aggresif bukan berarti memaksa atau dengan kekerasan tapi justru dengan cara mengalah dan rendah hati.
Akui bahwa Anda butuh konseling untuk bisa menjadi suami yang lebih baik. Ia mungkin tertarik kepada orang lain karena Anda tidak memenuhi ekspektasinya selama ini. Ini bisa dipakai untuk menjadi alasan, bahwa jika ia bersedia mengikuti konseling ia akan membantu Anda menjadi suami yang lebih baik dan memenuhi ekpektasi-ekpektasinya.
Kelihatannya berlebih-lebihan dan perlu kerendah-hatian yang sangan dalam, tapi ingatlah pada tujuan Anda semula: agar pernikahan bisa dipertahankan dan hubungan suami istri yang harmonis bisa dibentuk kembali.
View expert's profile
* Gladys Milagros
2011-12-17 11:40:48
Mlalui masalah jg adalah cara Tuhan bbicara pd umatNya..bila kita mpunyai masalah dlm rmhtngga@hbgn suami istri pastinya Tuhan sdang bbicara kpd kedua2nya bukan hnya pd pasangan kita yg mnurut kita udah tidak benar..krn mlalui perubahan sikap pasangan kita maka kita jg perlu mgoreksi diri knpa pasangan tiba2 brubah?pmasalahan akn timbul&mrusak; hbgn suami istri bila masing2 tidak myadari smuanya krn tidak mjalankn fungsi@tugas masing2 dgn benar.bgaimanapun mbangun hbgn dlm rmhtngga adalah suatu proses yg mnuntut banyak hal yg hrus kt perhatikan&jgn; pernah mletakkn ksalahan hnya pd pasangan kita krn masalah tdk akn prnah tjadi bila hnya 1 org sj:ibarat tangan tidak akn bbunyi bila tdk btepuk keduanya..minta Tuhan terangi hati nurani kita agar kita lah yg pertama mpbaiki&mperhatikan; apa yg perlu kita ubah,krn saat kita mlakukan bagian kita utk brubah maka Tuhan akn mlakukan bagianNYA mgubah pasangan kita..GBU
* urwon
2011-05-20 15:06:04
Kalo menurut saya, cuma ada 3 masalah besar & utama yg membuat manusia jatuh dlm dosa, yaitu spt yg tertulis dlm FIRMAN TUHAN, yakni keinginan mata, keinginan daging & keangkuhan hidup...,coba dech ditelaah satu persatu dari setiap kasus yg ada (dlm segala hal permasalah manusia - secara general), pasti menyangkut ke-3 hal diatas yg telah dituliskan di dlm FIRMAN TUHAN...,so kitanya yg mesti menguasai diri (salah 1 buah ROH) utk dpt menjd lebih dari pemenang !...tdk mudah tapi pasti bisa ! krn teladan kita YESUS KRISTUSpun telah menang melawan ke-3 godaan/tantangan tsb, skrng giliran kita para pengikutNYA...oke tdk ada yg mustahil bagiNYA ! Amin.


COMMENTS
COUNSELLING