JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Husband & Wife

Bila Suami Jarang Pulang dan Tidak Mau Bicara

View :3781 clicks


Nama : Stefania
Umur : 46 tahun
Profesi : Karyawati
Kota : Tangerang

PERTANYAAN :

Pak, pernikahan kami telah 13 tahun. Sejak setahun yang lalu dia berubah sering dugem dan jarang pulang karena pengaruh teman-teman. Sebelum ini tidak pernah ada masalah kecuali dia pernah selingkuh ketika kerja di luar kota saat hamil anak kedua.

Karena kesulitan keuangan saya ingin menjual rumah dan dia setuju. Pada saat ada pembeli dia tidak mau tanda tangan dan marah karena harga tidak sesuai. Saya minta tolong kakaknya untuk jadi penengah tapi ipar menjelekkan saya pemboros padahal dia hanya memberi 1/4 dari pengeluaran. Sampai sekarang dia jadi tidak mau bicara lagi dengan saya dan pulang hanya seminggu sekali. Tapi dia masih ingat beli oleh-oleh untuk saya dan anak-anak kalau tugas ke luar kota.

Sekarang saya cuma bisa berdoa, tetap menyiapkan keperluannya dan tidak bicara karena dia tidak mau mendengar apa yang saya katakan. Saya hanya pasrah pada Tuhan bahwa suatu saat dia akan berubah baik kembali seperti dulu. Apa yang harus saya lakukan Pak? Pak, tolong jangan tampilkan alamat dll. Terima kasih.

JAWABAN :

Jarot Wijanarko:

Doa dan pasrah dalam arti tidak ngotot, tidak menuntut dan menyalahkan suami adalah tepat. Suami jarang pulang bukannya tanpa sebab dan alasan. Dua orang bertengkar, pasti keduanya salah, dan sering, kita berpikir dengan sudut pandang kita, bahwa dia salahnya lebih banyak. Tetapi jika saya mendengar pihak dia, maka ternyata diapun punya alasan yang cukup banyak dan merasa benar. Sikap ini yang disebut tidak pasrah, tetapi merasa benar.

Yang penting ibu benar-benar pasrah kepada TUHAN, doa kepada TUHAN supaya TUHAN yang jamah hatinya. Ibu sendiri tidak ada salahnya merendahkan diri, menyadari apa-apa yang salah di mata suami. Misal pernah mengatakan bahwa dia tidak bisa mencukupi kebutuhan dan hanya ¼ saja, yang membuat dia merasa tidak berarti, atau perkataan lainnya yang menyinggung harga dirinya sebagai laki-laki, atau yang membuatnya malas berbicara dengan ibu. Sikap menyalahkan dia, sikap keras (bukan pasrah, tetapi ngotot), perdebatan dll yang membuat seorang laki-laki malas berbicara dengan istri. Ambil saat teduh, jangan dengar kata orang lain, walau itu adik, kakak atau orangtua yang sering justru "ngompor-ngomporin', dengar hati nurani yan paling dalam, suara TUHAN ada di sana, dengarkan dan ikuti bimbingannya.

Teruskan sikap memenuhi keperluannya, sikap melayani, sikap mengalah dan yang penting teruskan sikap TIDAK BERBICARA, JANGAN BANYAK BICARA, biar sikap saja yang bicara karena memang laki-laki tidak suka wanita yang BANYAK BICARA, seperti ayat berikut ini:

1 Petrus 3:1  Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

2  jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

3  Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

4  tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

5  Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.

Bambang Syumanjaya:

Ketika suami pulang ke rumah dan terlihat suasana hatinya baik maka cobalah ajak bicara baik-baik dengan membahas masalah yang Anda hadapi, mintalah maaf kalau ada sikap atau perkataan dari ibu yang mungkin menyinggung suami.

Katakan bahwa Ibu masih membutuhkan dia sebagai suami dan ayah dari anak-anak, jangan singgung kelemahannya yang suka dugem dan lain-lain. Tunjukkan sikap bijaksana dan menciptakan suasana nyaman ketika ia berada di rumah. Sehingga suami merasa nyaman dan berpikir untuk kembali seperti dahulu lagi.

Kalau masih kesulitan mungkin Ibu dapat membahas dengan orangtua suami atau orang yang mungkin dihormati suami, mintalah mereka untuk member masukan secara tidak langsung. Teruslah berdoa dan berharap bahwa Tuhan mampu melembutkan hati suami ibu dan membuat semuanya indah pada waktunya.

Imago Planet



COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • No comment yet