JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Single

Pertanyaan Tentang Menikah

View :2317 clicks


Nama : Vian

Umur : 23

Profesi : Sekretaris

Kota : Bogor

Pertanyaan :

Saya sudah menjalin hubungan dengan pacar saya hampir 2 tahun, kebetulan kami sudah bertunangan tahun 2009. Saat ini tunangan saya sedang kuliah di luar negeri untuk berkuliah dan bekerja juga di sana untuk biaya sekolah dan hidup di sana. Kami sudah memberitahukan keluarga bahwa kami akan melangsungkan pernikahan di pertengahan tahun 2011, tapi karena tunangan saya akan meneruskan sekolah S2 di sana dengan biaya yang lebih besar, dia memberikan saya pilihan untuk menikah di awal tahun, supaya setelah itu saya bisa membantu dia di sana untuk bekerja.

Setelah saya pikirkan baik-baik dan berdoa kepada Tuhan, akhirnya saya putuskan untuk menikah di awal tahun 2011. Tapi kenapa setelah saya putuskan itu, banyak pertanyaan dalam diri saya, apakah saya bisa menjadi seorang istri yang baik nantinya untuk dia dan akan ada masalah apa nantinya saat saya hidup berumah tangga bersama dia di sana nantinya karena saya sebelumnya tidak pernah berpikir untuk menikah di usia 23 tahun. Apakah perasaan saya wajar sebagai seorang perempuan? Terima kasih.

Jawaban :

Dear Vian,

Pertanyaan dan keraguan yang Anda miliki adalah normal dirasakan setiap orang yang akan mengambil keputusan penting seperti pernikahan. Yang membuat perbedaan, seorang yang sudah siap akan mengatasi keraguannya dan mengambil langkah selanjutnya. Sedangkan mereka yang belum siap akan terus bergumul dengan pertanyaan dan keraguan ini bahkan sampai hari pernikahannya.

Pernikahan adalah dipersatukannya dua pribadi yang berbeda. Penyesuaian setiap pasangan untuk mengatasi setiap perbedaan ini tidak sama, tergantung pada kedewasaan baik mental maupun spiritual masing-masing. Ditambah dengan rancana Anda berdua yang akan bekerja sambil sekolah, tentu akan menambah berat beban ini. Bagi Anda sendiri harus menyesuaikan diri dengan banyak hal baru: suami, pekerjaan, budaya, dll. Sementara itu Anda akan kehilangan lingkaran support yang selama Anda miliki seperti keluarga dan teman. Cobalah pikirkan hal-hal seperti ini. Jika Anda merasa kuat dan siap untuk menghadapi hal terburuk sekalipun maka Anda pun siap untuk menikah.

View expert's profile


CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • * Akhim Kupeilang

    2012-02-22 21:40:51

    Dear Vian; Terima kasih untuk sharingnya, jadi pembelajaran berharga bagi saya. Masukan dari saya ialah, tetaplah berdoa memohon hikmat Tuhan dan teruslah berharap pada-Nya. Yakinkan diri anda bahwa Tuhan akan membimbing anda dengan HikmatNya, jadilah tenang dalam keyakinan ini. Dengan semua masukan dan pertimbangan yang anda terima, buatlah keputusan diatas keyakinan tadi bahwa Tuhan bersama anda dan menolong anda. Membuat keputusan untuk menikah adalah moment terpenting didalam kehidupan kita. Saya percaya Tuhan tidak akan membiarkan anda salah melangkah. Pertimbangkanlah dan putuskanlah (itu bagian kita) Bagian Tuhan ialah membimbing dan memberkati kita. Ia Bapa, Ia Tuhan, Ia konselor sejati.