A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined variable: main_class
Filename: relationship/detail.php
Line Number: 13
Jawaban Seks

Related Articles
Moment for Sex
THURSDAY, 26 FEBRUARY 2009
Total View : 26413 times
Gairah seksual suami isteri memang bisa muncul sewaktu-waktu, dan saya cenderung mengatakan, silahkan ikuti irama alam tersebut, sebab munculnya gairah biasanya seiring dengan optimalnya respon seksual seseorang. Artinya saat gairah meningkat, saat itulah tubuh dalam kondisi faali yang tepat untuk suatu siklus respons seksual. Namun demikian saya tidak mengatakan bahwa hubungan seks itu bisa kapan saja, dimana saja, apalagi dengan siapa saja. Seks dalam kehidupan manusia tunduk pada norma, etika, dan hukum Tuhan. Di samping itu, seks tidak boleh menjadi gangguan pada salah satu, atau kedua orang yang menjalin relasi seksual tersebut. Surat dari Mariana R, 26Th, Yogyakarta berikut adalah sebuah bentuk kepedulian seseorang pada kehidupan seksualnya. Mariana menulis:
Dok, saya mau bertanya apakah jika berhubungan dengan suami saat haid, sehat? Kami melakukan hubungan suami isteri tersebut saat saya lagi haid hari terakhir, biasanya 5 hari lamanya saya haid. Apakah hubungan saat lagi haid bisa menyebabkan kehamilan? Terima kasih atas masukan yang akan dokter berikan. Salam.
Mariana, kehidupan seksual yang sehat memang cenderung spontan dan tidak terduga, namun kita tetap harus mengkontrolnya menjadi suatu aktifitas yang tetap sehat. Yang harus dipahami ketika seorang mengalami menstruasi, ada bagian rahim yang sedang terluka (mengelupas). Keadaan ini tentu menyebabkan mudahnya mikroorganisme menyerang, sehingga resiko infeksi begitu tinggi. Dengan pemahaman seperti ini, maka disarankan selama masa menstruasi seorang wanita berpantang seksual.
Kehamilan pada dasarnya akan terjadi bila ada pertemuan sperma dan sel telur. Setiap hubungan seksual, seorang pria akan mengeluarkan cairan ejakulat sebanyak rata-rata 4 cc, dimana setiap cc bisa mengandung 100 juta sel sperma. Dari jumlah yang amat besar ini, hanya ada sekitar 100 sel sperma yang bisa mencapai tuba falopian. Bila pada saat itu ada sel telur, maka ada peluang terjadi kehamilan. Namun kita tidak tahu kapan ada sel telur di tempat tersebut, kecuali dengan pemeriksaan laboratorium dan atau USG. Dengan pemahaman ini kita tidak bisa menentukan masa subur untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan dan menghindari kehamilan. Melakukan hubungan seksual di saat menstruasi bukan cara yang efektif untuk menghindari kehamilan, bahkan saya pernah menangani kasus seorang wanita hamil setelah operasi steril, sebab ternyata tuba falopian yang dipotong, begitu ajaibnya menyambung kembali. Bila Tuhan berkehendak, tidak ada yang bisa menggagalkannya.
Masa menstruasi Mariana lima hari. Bila siklus Mariana normal 28 hari, maka Mariana punya waktu 23 hari yang bisa dinikmati. Ada waktu untuk menikmati keintiman dengan suami, ada waktu untuk membangun keintiman dengan Tuhan. Ingat Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. (I Korintus 7:5). Be WiSe, Always remember Wisdom for Sex Life. (draw)
Dr. Andik Wijaya, MRepMed adalah seorang dokter spesialis dan juga seorang hamba Tuhan yang memiliki karunia pengajaran. Dengan visi dan misi yang diyakininya menjadi panggilan hidupnya, beliau kemudian mendirikan YADA Institute, The School of Everlasting Intimacy. Melalui institusi ini Andik mengimani bahwa Tuhan memanggil, memperlengkapi, mengutus dan mengurapinya untuk mengajarkan Everlasting Intimacy (keintiman abadi) melalui penyingkapan misteri seksual. Karena itu dua tema utama dalam setiap pelayanan YADA Institute adalah Menyingkap Misteri Seksual, Membangun Keintiman Abadi. Saat ini beliau banyak memberikan seminar pengajaran di berbagai kota di Indonesia.
Sumber : jawaban.com

* sweatheart
2010-09-17 03:09:19
Shalom Dokter Andik, Saya mau bertanya sedikit ttg masalah seks di dalam hidup perkawinan. Pernikahan kami sdh lebih dari 10 thn dan sdh dikaruniai anak2...tapi sejak 3 thn yang lalu suami saya tdk bisa menyentuh saya lagi spt suami dan istri, maksudnya tidak mempunyai keinginan lagi u berhubungan suami istri, ataupun menyentuh saya dgn terangsang (maaf) tapi tetap ada pelukan2 penuh kasih sayang yang tdk dilandasi dengan hawa nafsu.... Dia mengakui kalau perasaannya kepada saya berubah, tetap menyayangi saya tp tdk seperti cinta kepada laki2 dan perempuan tapi lebih cinta kepada saudara sendiri, itulah kenapa dia rasa janggal kalau mau menyentuh sy dgn nafsu...dia benar2 tdk mempunyai selera itu u saya. Awalnya saya pikir suami saya jadi impoten jadi saya tdk pernah mencoba u bicara lebih jauh, takut menyinggung perasaannya, tapi setelah saya mengetahui ternyata dia berselingkuh dan ternyata dia tdk impoten....saya kecewa sekali, dan dia terus terang mengakui ke saya kalau dgn selingkuhannya dia bisa tapi dgn saya tdk....dan dia pikir gairahnya tdk akan pernah ada lagi ke saya.... Inilah yang menjadi pertanyaan untuk dirinya sendiri, melanjutkan pernikahan tapi sdh tidak ada hubungan seksual dgn istri atau menghakhiri pernikahan dan mendapat kenikmatan lagi dengan perempuan selingkuhannya itu. Inilah pertanyaan saya dokter, apa memang ada kasus spt ini di mana suami benar2 kehilangan nafsu dengan istri mereka sendiri, sekalipun sayang dan cinta itu masih ada. Apakah nafsu itu bisa kembali lagi?...Jujur saja kami tdk pernah lagi mencoba u berhubungan krn suami saya benar2 menolak u hal itu. Saya sebagai istri yg percaya kepada Kristus, ttp bertahan, tidak disentuh suami, dia pergi berselingkuh...tapi mencoba mendampingi suami saya dengan iman penuh kepada Kristus...Dia yang akan mengubahkan suami saya suatu hari nanti... Saya mohon informasi dokter Andik ttg pertanyaan saya di atas, mungkin bisa membantu kami. PS: Suami saya tdk mau pergi ke seksologi krn dia bilang itu tidak akan membantu dia, krn semua itu cuma dia yang bisa tahu (kalau di kepalanya sdh bilang tdk ada nafsu ke istri)...tapi saya selalu berkeyakinan...tidak ada yang mustahil untuk orang yang percaya (Markus 9:23b)...aku yakin suamiku akan disembuhkan...dan Tuhan tidak akan mempermalukan imanku.

COMMENTS
COUNSELLING