
Panen Kacang di desa Koko, NTT
Kamis, 18 Maret 2010
Ditulis oleh : def, Dilihat : 402 kali
OBI posko Ruteng, NTT terus mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat desa Koko. Lahan yang luas milik warga tidak boleh terbengkalai akibat keterbatasan pengetahuan. Berbagai pelatihan diberikan untuk masyarakat, agar mereka punya pengetahuan yang baru, kreatif dan mandiri. Di lahan yang OBI garap sebagai tempat pelatihan pertanian, warga desa Koko belajar; bercocok tanam sayur-sayuran dan membuat pupuk organik. Lewat kegiatan ini, OBI melatih dan mendampingi warga yang ingin belajar bercocok tanam hingga mengelolah hasil pertaniannya.
Frans, salah seorang warga yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan pertanian telah merasakan hasilnya. Ayah dari tiga orang anak ini mengaku sangat tertolong dengan program-program yang OBI lakukan di desa Koko. Awalnya, Frans ditawarkan untuk menggarap lahan percontohan OBI. Berbekal pengetahuan yang ia peroleh dalam pelatihan pertanian, Frans mulai menggarap dan mempraktekkan pengetahuannya.
Beberapan jenis sayuran; selada, terong, cabai dan bayam mulai dikembangkan di lahan yang ada. Dengan menggunakan pupuk organik (yang juga ia dapatkan dari hasil pelatihan OBI), hasil panen kebun sayur Frans sangat memuaskan. Baru-baru ini, Frans melakukan panen besar untuk tanaman kacang panjang dan kacang tanah miliknya (10/2).
Frans menjadi petani sukses sekarang. Selain digunakan untuk keperluan sehari-hari, hasil panen kebun sayurnya juga dijual ke Ruteng dan menambah penghasilan Frans. “Terimakasih OBI, untuk pelatihan dan bantuan lahan yang OBI sediakan sehingga pendapatan kami bertambah.” Frans






