Pelayanan Umum dan Gigi
|
Pelayanan Operasi
|
Perbaikan Gizi

Balai Pengobatan OBI & TBC
Kamis, 19 Agustus 2010
Ditulis oleh : def, Dilihat : 565 kali
Tuberkulosis (TB) bisa disembuhkan. Walau demikian, TB merupakan penyebab kematian utama setelah penyakit jantung dan saluran pernafasan. Entah berapa banyak anak-anak yang menderita karena ibu atau ayahnya menderita TB, hingga mengakibatkan kematian. Entah berapa banyak juga anak-anak yang tertular TB dari orangtua atau lingkungannya. Kenyataannya, jumlah penderita TB di Indonesia masih menduduki peringkat ke-3 dunia setelah India dan China. Ya, Jumlah pasien TB di Indonesia sekitar 5,8 % dari total jumlah pasien TB dunia.
Salah seorang penderita TB (Intan, 2 Tahun), mengalami sesak nafas dan kondisi kesehatannya terus menurun. Hal yang sama juga dialami oleh kakaknya, yang kemudian dinyatakan menderita TB namun tidak bisa melanjutkan pengobatan karena tidak ada biaya. Hasilnya, penyakit tidak kunjung sembuh, pengobatan terpaksa diulang dan akhirnya menularkan penyakit yang sama pada Intan sang adik. Minimnya pengetahuan dan kondisi ekonomi yang sulit menjadi penyebab gagalnya pengobatan TB dan meningkatnya jumlah penderita TB setiap tahunnya.
Balai Pengobatan (BP) OBI di Lippo Cikarang memperhatikan hal ini secara serius. Dalam keberadaannya melayani masyarakat yang kurang mampu di wilayah Cibatu – Cikarang Selatan dan sekitarnya, seringkali menemukan pasien TB. Menurut koordinator BP OBI (dr. Elisabeth M), setiap minggu sekitar 25 penderita TB berobat di BP OBI. Tindakan yang dilakukan BP OBI adalah penanganan pasien selama enam bulan dengan menggunakan 2-4 jenis obat. “Untuk saat ini, terapi hingga 6 bulan kita lakukan secara gratis untuk menolong penderita TBC. Selain itu, kita sudah mulai melakukan penyuluhan untuk para pasien BP, seperti; pola hidup sehat dan gagal obat yang bisa saja terjadi dalam masa terapi pasien.” (dr. Elisabeth M).
Di Balai Pengobatan OBI, program bantuan pengobatan untuk penderita TB masih terus dilakukan. Inilah sebuah upaya yang OBI lakukan untuk menolong masyarakat sekitar (Cikarang- Bekasi), bebas dari TB.






