JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Image

Article

Pray For

Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel Dengan Tuhan Yesus

FRIDAY, 18 JUNE 2010

Total View : 265275 times

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menunjukkan sesuatu yang tidak pantas sebagai seorang negarawan.

Saat memberikan pidato mengenai kasus video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tari, Kamis (16/6) kemarin, politisi Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS) tersebut mengatakan persoalan video porno mirip ketiga bintang papan atas di Indonesia itu harus dijelaskan kepada publik, karena bila tidak hal ini akan semakin panjang seperti persoalan Nabi Isa dan Yesus dalam pandangan Islam dan Kristen.

Menurut Tifatul, umat Islam menganggap yang disalib itu hanyalah mirip Isa, sementara Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.

"Dan ini (soal mirip Isa/Yesus) implikasinya masih panjang sampai sekarang. Yang mirip-mirip ini kalau nggak diselesaikan bisa panjang," kata Tifatul.

Adapun analogi Tifatul Sembiring ini disampaikannya saat breakfast meeting di kantor dinas Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dimana ketika itu hadir orang-orang dari lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia, Mabes Polri, Dewan Pers, pengelola forum diskusi internet maupun pengelola ISP.

Setelah kabar ini tersebar di media, twitter sang menteri, Jumat (18/6), menuai banyak komentar yang kebanyakan mengaku kecewa dan keberatan dengan pernyataan beliau.

"Pak Tifatul nggak perlulah ambil perumpamaan Yesus/Isa terhadap kasus video porno. Disebut 'perumpamaan/pengandaian' pun tidak cocok dengan konteksnya," komentar @sallysety.

"Kayaknya membandingkan Ariel dll dengan Yesus adalah analogi yang kacau dan melecehkan," komentar @hasief.

Tifatul sendiri mencoba menjelaskan ucapannya kemarin kepada para pengikutnya di media mikro blogging tersebut. Ia menyatakan, Islam meyakini bahwa yang disalib bukan Nabi Isa, tapi orang yang 'mirip' Isa.  "Nasrani meyakini yang disalib Yesus. Bisa cek pada ahli teologi," tulis Tifatul menanggapi komentar followernya ber-ID @nafaurbach.

Di akhir tweetnya terhadap isu itu, Tifatul menulis, "Saya juga manusia biasa, bisa salah. Jika terjadi, dengan legowo saya akan sampaikan maaf. Jadi aneh jika ada yang hujat/ bodoh-bodohkan orang saat diskusi."

Sungguh menyedihkan seorang pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang membahayakan keutuhan bangsa. Terlepas dari kekeliruan yang mungkin ia lakukan, tetap saja hal ini harus disikapi dengan serius. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pimpinan negara hendaknya mengambil tindak tegas dalam persoalan ini. Jika tidak, maka hal ini akan menjadi "bom waktu" yang bisa meledak kapan saja.


Sumber : detik


CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * Superman

    2011-01-31 03:02:32

    TS nih kecanduan nonton Film Porno, nggak pernah sholat,maka lagaknya sok memberantas hal2 porno (padahal dia kecanduan). Makanya dia jadi tidak bisa membedakan antara agama, Tuhan, dengan hal2 porno.

  • * yowen

    2011-01-23 06:11:35

    Kamu jelek

  • * Azhar

    2010-11-24 09:06:08

    Namanya politik, kata dan ucapan orang/lawan politiknya untuk memojokkan bisa ditafsirkan 1001 macam, disini tak pakai nalar dan logika berpikir, dipilintir dan dibengkokkan untuk menancap racun pada sasaran , bila berhasil diulas dengan bumbu biar tambah seru sehingga sasaran menggelepar tak berdaya.

  • * JENDERAL

    2010-11-10 07:42:08

    Untuk Semua..jgn sampe terprovokasi.... TUHAN GAG PERLU DI BELA.......PAHAMI AJA AJARANNYA...

  • * Nano Arief

    2010-11-07 02:02:58

    Bener tuh UM.. selain tukang ngentot istri orang juga ternyata si yesus suka mabok dan nyuruh minum miras,suka merampok barang orang. yg begini dianggap tuhan? no thank,najis banget yg begini dianggap juru selamat,pantesnya tuh juru kentot #JESUS PERAMPOK# "jesus menyuruh dua murid nya dgn pesan: pergilah kekampung yang didepan mu, kamu akan menemukan seekor keledai muda tertambat yang belum ditunggangi orang, lepaskan keledai itu dan bawalah kemari! dan jika ada orang mengatakan pd mu: " mengapa engkau lakukan itu? jawablah: "tuhan memerlukanya" (markus 11:1-4)