JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Himpunan Mahasiswa Buddhis Sayangkan Pernyataan Menteri Agama

TUESDAY, 06 AUGUST 2013

Total View : 1987 times

Keluarnya pernyataan dari mulut Menteri Agama Suryadharma Ali mengenainya adanya secarik kertas bertuliskan "Kami mendengar jeritan Rohingya" dalam insiden bom di Vihara Ekayana, Duri Kepa, Jakarta Barat disesalkan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi).

Disampaikan oleh Ketua Umum Hikmahbudhi, Adi Kurniawan, statement penemuan kertas tersebut seharusnya tidak disampaikan ke publik karena itu bisa memancing kemarahan umat Budha.

"Seharusnya penemuan secarik kertas tersebut, jangan dibeberkan ke publik dahulu, karena masyarakat bisa menimpulkan masalah ini terlalu cepat terkait masalah Rohingya," ucap Adi kepada wartawan, di Sekretariat GMNI, Senin (5/8) malam WIB.

Lebih lanjut dikatakannya, secarik kertas yang disampaikan Suryadharma tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan aksi pengeboman di Vihara Ekayana. "Apapun terjadi di sini persoalannya berbeda negara terlalu jauh mengaitkan bom dengan Rohingnya dan tidak ada korelasinya itu," jelas dia.

Seperti diketahui, kemarin, Menteri Agama Suryadharma Ali menyambangi Vihara Ekayana. Saat bertemu dengan para media sesuai melakukan peninjauan, sang menteri mengungkapkan fakta-fakta yang didapatkannya.

"Ada satu bungkusan yang meledak dan ada yang tidak, namun keluar asap luar biasa. Satu orang mengalami luka lecet, tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit," ujar Suryadharma.

Dari salah satu paket bom itu, sambungnya, terlihat sebuah tulisan "Kami Menjawab Derita Rohingya."

"Solidaritas yang ditunjukan dengan kekerasan, maka itu tindakan terkutuk. Menyelesaikan masalah dengan kekerasan adalah sesuatu yang buruk. Mencoreng kesucian bulan Ramadan. Umat Islam jangan terpancing dengan gerakan yang tidak bertanggungbjawab ini," imbuh pria yang juga menjabat Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Sensitivitas terhadap suatu persoalan atau kejadian seharusnya dimiliki setiap pejabat publik. Sebab dengan adanya hal ini maka ia tidak akan kesulitan memilah manakah yang patut dibeberkan ke publik dan manakah yang tidak.  

 

Baca juga : 

Menteri Agama : Kita Tidak Dapat Seenaknya Bubarkan FPI

Kartu Kredit : Berhutang Tanpa Malu-Malu   

Siapa di Baliknya ? 

Hamili Istri Teman, Simon Cowell Dipuji Ibunda

Unstoppable Love

Forum JC : Suka Jalan-Jalan Outdoor atau Indoor

Sumber : okezone.com / budhianto marpaung

Mitra CBN

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * chol

    2013-08-07 11:55:19
    Tindakan terorisme tolol dan tdk bertgg jawab, kalau memang mau menjawab jeritan rakyat rohingnya, mbok ya sana pergi ke myanmar berikan bantuan obat2an, makanan, bantu diplomasi damai dgn pemerintah setempat, dll. Bukan kaya gini caranya. Dasar terorisme tolol, tdk bisa dipertgg jwbkan tindakan pengeboman tempat ibadah agama lain. Jangan2 ada agenda terselubung menghijaukan NKRi, pakai kambing hitam "membela rohingnya" ... Huh lagu lama diputar ulang ... Semoga. Allah memberi kekuatan bagi presiden sby dan aparat kepolisian/TNI segera dapat menggulung para pengacau NKRI ini sampai ke akar2 nya... Semoga Allah melindungi NKRi dari serangan para teroris yg membawa2 agama ini !