JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Warga Belanda yang Tolak Perang di Indonesia, Tuntut Keadilan

WEDNESDAY, 15 MAY 2013

Total View : 2090 times

Ternyata tidak semua warga Belanda yang setuju terhadap perang di Indonesia. Selain ada beberapa tokoh di negeri Belanda, terdapat dua warga yaitu Johannes van Luyn dan Jan Massen yang menolak untuk terlibat perang di Indonesia pada era 1940-an. Atas hal itu mereka dipenjarakan dan kini mereka menuntut keadilan.

Menurut kuasa hukum mereka Liesbeth Zegveld, kliennya tidak ingin terlibat dalam apa yang disebut sebagai kejahatan perang. "Namun akibat penolakan tersebut mereka (Van Luyn dan Massen) dianggap sebagai pengkhianat," katanya di Mahkamah Agung di Den Haag, seperti dikutip kantor berita AFP.

Saat itu mahkamah militer menjatuhkan hukuman antara dua hingga tiga tahun karena Van Luyn dan Massen menolak ditugaskan di Indonesia. Sekarang Van Luyn dan Massen mendesak pemerintah agar mengakui bahwa perintah pada tahun 1940-an tersebut keliru dan meminta mahkamah agung membatalkan keputusan tersebut didasarkan pada bukti baru atau novum.

"Pada saat itu hakim pengadilan militer tidak memahami skala kejahatan perang (yang terjadi di Indonesia) yang dilakukan tentara Belanda," kata Zegveld yang meminta agar vonis mahkamah militer yang dulu dikeluarkan untuk Van Luyn (87 tahun) dan Massen (84 tahun) dibatalkan.

Zegveld juga menegaskan bahwa kliennya tidak menginginkan ganti rugi namun menuntut keadilan agar nama baik mereka dapat pulih. "Yang kami inginkan adalah nama baik mereka dipulihkan dan pemerintah mengakui ada kesalahan dalam vonis sebelumnya," kata Zegveld.

Terdapat dua hal besar yang patut dicermati dalam kasus ini yaitu, menjalankan tugas Negara pada saat itu adalah sebuah keharusan dan mempunyai konsekuensi hukuman terhadap yang menolaknya.

Namun di sisi lain, atas alasan kemanusian dengan tidak mau ikut berkecimpung dalam sebuah perang adalah sebuah pembelaan terhadap hak asasi manusia yang saat itu tertutup oleh nafsu dan kepentingan kekuasaan.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Jacob, Nama Anak Terpopuler di Amerika Serikat

Warga Yunani Tuntut Kerugian Invasi Nazi

Komsel Unik Bernama "Beer And The Bible"

Sebuah Gereja Diteror Tanda 666 dan Swastika

Mau Panjang Umur? Ikuti Kebiasaan Ini!

Legenda NBA Siap Bebaskan Tahanan Korut Asal AS


Sumber : BBC Indonesia | Daniel Tanamal

Mitra CBN

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * IdUse

    2013-05-15 12:09:19
    Luar biasa, mereka mau dan mampu mengambil sikap yang berbeda, sekalipun ada hukuman yang mereka terima. Jadi ingat Sadrakh Mesakh Abednego. Mantap2..
  • * StoryMakerIndonesia

    2013-05-15 11:49:18
    Saya setuju jika mereka menuntut nama baik mereka dipulihkan, karena saat kita meninggakan dunia ini yang akan dikenang adalah nama dan perbuatan kita. Jadi sangat sayang sekali jika dikenang sebagai pengkhianat