JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Pelanggaran HAM Terus Terjadi Di Timur Tengah

FRIDAY, 25 MAY 2012

Total View : 5059 times

Departemen Luar Negeri Amerika memuji revolusi 2011 Timur Tengah dalam laporan tahunan hak asasi manusia di seluruh dunia. Namun, pejabat departemen mencatat akan dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengakhiri pelanggaran HAM di negara-negara Arab. Asisten Menteri Luar Negeri Mike Posner mengatakan meskipun pemilihan umum telah terjadi di Mesir, namun masih banyak kebebasan dasar yang tidak dapat dilakukan secara bebas.

"Kerinduan akan perubahan yang telah kita saksikan di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman dan Siria memang menginspirasi, namun perubahan seringkali menimbulkan ketidakstabilan sebelum mengarah kepada hal yang lebih besar dari demokrasi dan hak asasi manusia," ungkap pejabat departemen dalam laporannya pada Kamis (24/5).

"Transisi adalah masa ketidakpastian. Masa-masa itu bisa menjadi kacau, tidak stabil, dan terkadang juga timbul kekerasan. Bahkan ketika berhasil melewati transisi, hal itu tak dapat dilakukan secara linear, cepat dan mudah," tambahnya.

Posner juga menggarisbawahi kasus yang terjadi atas Asia Bibi, seorang Kristen dan juga ibu dari tiga orang anak yang menghadapi hukuman mati di Pakistan. Pengadilan menjatuhkan hukuman kepada Bibi atas tuduhan penghujatan. Hukum penghujatan di negara itu memuat pasal yang menganggap kritikan terhadap Islam, Quran maupun Nabi Mohammad adalah sebuah kejahatan.

"Kami prihatin dengan dampak yang timbul dari pertentangan atas beberapa hukum, seperti hukum penghujatan," ungkap Posner. "Kasus Asia Bibi terus menjadi perhatian kami. Kami memiliki agenda yang besar untuk dikerjakan. Kami memiliki diskusi yang sulit, namun kami akan tetap berjuang untuk itu."

Frank Jannuzi, kepala kantor Amnesti Internasional di Washington, memuji komitmen Departemen Luar Negeri untuk membela hak asasi manusia namun mengatakan segala perkataan itu harus diperkuat dengan tindakan.

"Laporan Stark hanya menciptakan perubahan yang nyata ketika mereka menerjemahkannya ke dalam tindakan, bukan hanya ditulis dan disimpan untuk tahun depan," ujarnya. Jika tidak, laporan ini hanya dilihat sebagai tamparan kecil di pergelangan tangan dan pelanggaran HAM pun akan terus terjadi."

 

Baca Juga:

Sumber : cbn.com

Mitra CBN

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * BETA

    2012-05-26 20:52:07
    Sepanjang yang saya tahu bahwa orang yang hidupnya dalam masalah "menderita" karena dia percaya pada penafsiran yang salah (salah menafsirkan suatu ajaran) atau ajarannya itu sendiri yang memang salah. Hidup kita adalah manifestasi dari ajaran yang kita percayai.
  • * sawan

    2012-05-26 15:16:49
    @ BETA : semuanya berpangkal pada penafsiran yg ultra radikal dan militan, lebih cocok diterapkan dalam dunia militer ketimbang agama / kepercayaan, contoh : penetapan fatwa mati pada orang lain yg beda pendapat / kepercayaan dan penyebutan KAFIR bagi penyembah Tuhan yg beda agama / ritualnya. Hal ini tdk seharusnya muncul dari suatu ajaran agama asal penganutnya bisa menafsirkan ttg penghargaan / penghormatan kpd sang Pencipta (Tuhan / creator) dan ciptaanNya.
  • * sawan

    2012-05-26 14:22:43
    @ BETA : semuanya berpangkal pada penafsiran yg ultra radikal dan militan, lebih cocok diterapkan dalam dunia militer ketimbang agama / kepercayaan, contoh : penetapan fatwa mati pada orang lain yg beda pendapat / kepercayaan dan penyebutan KAFIR bagi penyembah Tuhan yg beda agama / ritualnya. Hal ini tdk seharusnya muncul dari suatu ajaran agama asal penganutnya bisa menafsirkan ttg penghargaan / penghormatan kpd sang Pencipta (Tuhan / creator) dan ciptaanNya.
  • * BETA

    2012-05-25 20:48:45
    Orang atau "ajaran" yang marah kalau dikritik apalagi menganggap kritikan sabagai kejahatan adalah orang atau "ajaran" yang sesungguhnya benar2 jahat, dia adalah sumber kejahatanitu sendiri.