Christian Hot News
Vatikan Serahkan Kasus Pelecehan Seksual ke Polisi
Related Articles
FRIDAY, 10 FEBRUARY 2012
Total View : 428 times
Sebuah solusi nyata diambil oleh otoritas tertinggi Katolik dunia, Vatikan dalam memecahkan kasus pelecehan seksual yang telah lama menerpa para petinggi agama di beberapa negara. Setiap kasus tersebut dilimpahkaserahkan kepada kepolisian agar pengusutan dan pemberian hukum dapat adil dan diterima masyarakat.
Solusi tersebut terakumulasi oleh kebijakan yang diambil oleh Paus Benediktus XVI untuk menyerahkan semuanya kepada kepolisisan. Paus juga memerintahkan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh disemua sektor dan level gereja.
Kebijakan Paus ini tentu menjadi sebuah pesan tersendiri untuk seluruh petinggi gereja mengenai bagaimana cara mereka menangani kasus pelecehan seksual. Terutama tudingan bahwa Vatikan merahasiakan serta meminta semua yang terlibat tak berkata apa-apa mengenai skandal tersebut.
Pelecehan seksual di kalangan Katolik ini juga dituding sebagai penyebab eksodus umat di beberapa negara Eropa. Termasuk Jerman, negara asal Paus Benediktus XVI. Sri Paus saat ini berusaha memulihkan kembali citra yang tercoreng.
Pemimpin doktrin Vatikan, Kardinal William Levada menyatakan, pelaku pelecehan seksual di gereja akan menghadapi tuntutan hukum sekuler dan hukum yang diterapkan gereja. Terhadap masalah dan tindakan petinggi gereja yang mencoreng citra gereja dan agama, langkah yang diambil memang tepat untuk menyerahkannya kepada kepolisian.
Namun kedepannya setiap badan gereja memang harus selektif dalam mengakomodir terhadap siapa saja yang meyakini keterpanggilan didalam melayani jemaat. Agar kejadian memalukan seperti ini tidak terulang dimasa yang akan datang.
Sumber : berbagai sumber - niel
* sawon
2012-02-16 10:00:17
Guru Ngaji di Tanjung Priok Cabuli 37 Murid Catur Nugroho Saputra - Okezone JAKARTA - Sungguh bejat kelakuan Kosim Chotib (72). Guru mengaji itu diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap 32 orang muridnya sejak 2007 lalu. Parahnya lagi, Kosim melakukan tindakan bejat itu di tempatnya mengajar, Madrasah Al Marfuah, di Jalan Swasembada Timur, No. 6 RT 12 RW 05, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak terima dengan kelakuan Kosim, orangtua korban pun melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Yusuf Al Ghifari (42), salah satu orangtua korban, menuturkan kasus ini terbongkar pada 12 Oktober 2011 lalu ketika anaknya D (7), tidak mau mengaji ke Madrasah. "Karena dia dipaksa tidak mau, akhirnya cerita kalau mengalami pelecehan seksual," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Komas PA, Jalan TB Simatupang, Selasa (1/11/2011). Selanjutnya, Yusuf mengadu ke Ketua RW dan tokoh masyarakat mengenai kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Masalah pelecehan ini, kemudian langsung menyebar ke seluruh warga. "Begitu tersebar ternyata banyak yang mengaku menjadi korban, namun tidak berani mengadukannya," ujar Yusuf. Kedatangan Yusuf bersama tiga orang lainnya, juga membawa rekaman pengakuan anaknya yang dilecehkan secara seksual. Lebih jauh, Yusuf menjelaskan begitu mendengar kabar ini, warga (AJARAN DARI MUHAMMAD TUH,KRN MUHAMMAD JUGA MELAKUKAN ONANI ... TAPI TAK DAPAT KENIKMATAN KARENA AIR MANINYA BERUBAH JADI NANAH) marah dan sempat mau membakar madrasah tempat Kosim mengajar. "Polisi akhirnya mengamankan pelaku, dan disuruh membuat surat pernyataan," terangnya.
* sawon
2012-02-15 21:56:43
Guru Ngaji di Tanjung Priok Cabuli 37 Murid Catur Nugroho Saputra - Okezone JAKARTA - Sungguh bejat kelakuan Kosim Chotib (72). Guru mengaji itu diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap 32 orang muridnya sejak 2007 lalu. Parahnya lagi, Kosim melakukan tindakan bejat itu di tempatnya mengajar, Madrasah Al Marfuah, di Jalan Swasembada Timur, No. 6 RT 12 RW 05, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak terima dengan kelakuan Kosim, orangtua korban pun melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Yusuf Al Ghifari (42), salah satu orangtua korban, menuturkan kasus ini terbongkar pada 12 Oktober 2011 lalu ketika anaknya D (7), tidak mau mengaji ke Madrasah. "Karena dia dipaksa tidak mau, akhirnya cerita kalau mengalami pelecehan seksual," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Komas PA, Jalan TB Simatupang, Selasa (1/11/2011). Selanjutnya, Yusuf mengadu ke Ketua RW dan tokoh masyarakat mengenai kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Masalah pelecehan ini, kemudian langsung menyebar ke seluruh warga. "Begitu tersebar ternyata banyak yang mengaku menjadi korban, namun tidak berani mengadukannya," ujar Yusuf. Kedatangan Yusuf bersama tiga orang lainnya, juga membawa rekaman pengakuan anaknya yang dilecehkan secara seksual. Lebih jauh, Yusuf menjelaskan begitu mendengar kabar ini, warga (TUHAN YESUS MELAKUKAN ONANI ... TAPI TAK DAPAT KENIKMATAN KARENA AIR MANINYA BERUBAH JADI NANAH) marah dan sempat mau membakar madrasah tempat Kosim mengajar. "Polisi akhirnya mengamankan pelaku, dan disuruh membuat surat pernyataan," terangnya.
* sawon
2012-02-13 13:12:41
Guru Ngaji di Tanjung Priok Cabuli 37 Murid Catur Nugroho Saputra - Okezone JAKARTA - Sungguh bejat kelakuan Kosim Chotib (72). Guru mengaji itu diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap 32 orang muridnya sejak 2007 lalu. Parahnya lagi, Kosim melakukan tindakan bejat itu di tempatnya mengajar, Madrasah Al Marfuah, di Jalan Swasembada Timur, No. 6 RT 12 RW 05, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak terima dengan kelakuan Kosim, orangtua korban pun melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Yusuf Al Ghifari (42), salah satu orangtua korban, menuturkan kasus ini terbongkar pada 12 Oktober 2011 lalu ketika anaknya D (7), tidak mau mengaji ke Madrasah. "Karena dia dipaksa tidak mau, akhirnya cerita kalau mengalami pelecehan seksual," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Komas PA, Jalan TB Simatupang, Selasa (1/11/2011). Selanjutnya, Yusuf mengadu ke Ketua RW dan tokoh masyarakat mengenai kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Masalah pelecehan ini, kemudian langsung menyebar ke seluruh warga. "Begitu tersebar ternyata banyak yang mengaku menjadi korban, namun tidak berani mengadukannya," ujar Yusuf. Kedatangan Yusuf bersama tiga orang lainnya, juga membawa rekaman pengakuan anaknya yang dilecehkan secara seksual. Lebih jauh, Yusuf menjelaskan begitu mendengar kabar ini, warga marah dan sempat mau membakar madrasah tempat Kosim mengajar. "Polisi akhirnya mengamankan pelaku, dan disuruh membuat surat pernyataan," terangnya.
* Andy
2012-02-12 12:33:14
hahahahhh gw yakin si sawon gak berani nongol pake nama sawon lagi di sini, ganti nama or ganti email baru krn malu hati sama org2 di redaksi 'jawaban.com'...
* Andy
2012-02-12 12:31:09
@0987654321 ... ya oulouuuu jadi itu si sawon? serius? kekekekkkkk # wajah tak berpengharapan









COMMENTS
COUNSELLING