Christian Hot News
Rekayasa Konflik Kristen-Muslim di Malaysia
Related Articles
SATURDAY, 11 FEBRUARY 2012
Total View : 1017 times
Berlarutnya intrik dan konflik diantara umat Kristen dan Muslim di Malaysia menjadi salah satu perhatian utama dunia terhadap kasus intoleransi yang kerap terjadi saat ini. Bersamaan dengan konflik antar agama itu, persaingan politik pun memanas. Karena itu kemungkinan terjadinya rekayasa konflik dimungkinkan terjadi.
Intimidasi kerap saling terjadi antara umat Kristen dan Muslim. Aksi pelemparan gedung gereja, berikut pelarangan pemutaran lagu rohani, penggunaan kata Allah, berikut tuduhan Kristenisasi tertuju langsung kepada umat Muslim. Sementara itu provokasi pelemparan kepala babi ke beberapa Masjid juga tertuju langsung kepada Kristen radikal.
Naum banyak kalangan kini di Malaysia menyadari bahwa hal ini terjadi karena rekayasa politisasi kepentingan kelompok tertentu. Aparat kepolisian pun cukup sigap dengan menangkap empat orang yang diduga menyulut dan memperkeruh hubungan beragama disana. "Ada pihak-pihak tertentu yang ingin umat Kristen dan Muslim Malaysia saling membenci" ungkap Pdt Eu Hong Seng, Minggu (05/02).
Kesadaran diantara masyarakat disana pun perlahan pulih untuk bisa membaca bahwa konflik yang terjadi bertujuan merusak negaranya. Karenanya hingga kini sikap kehati-hatian dalam bertindak, dilakukan mayoritas di Malaysia. Umat Kristen Malaysia pun kini sadar untuk tidak terpancing kepada jebakan intoleransial dari pihak tidak bertanggungjawab.
Sumber : Kabar Gereja
* NEWS
2012-02-13 09:40:46
lebih bagus lagi kalau kita bersatu utk menolak provokator yg masuk daerah kita (baca berita di detik news hari inidgn judul:Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin ,isi berita: Jakarta - Pihak maskapai Sriwijaya terpaksa menurunkan 5 anggota Front Pembela Islam (FPI) di Banjarmasin. Hal ini karena anggota FPI tersebut ditolak turun di Palangkaraya oleh warga setempat. "Di palangkaraya mereka tidak mendapat sambutan yang baik. Terus diminta warga setempat untuk tidak turun di Palangkaraya. Lalu kita terbangkan ke Banjarmasin," ujar Humas Sriwijaya Agus Suyono, kepada detikcom, Sabtu (11/2/2012). Agus mengaku, pihaknya tidak mau ikut campur atas kasus yang menimpa anggota FPI tersebut. Namun karena anggota FPI tersebut ditolak warga Palangkaraya, maka pihaknya melakukan hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mereka (anggota FPI) ada acara di Palangkaraya," kata Agus. Awalnya, menurut Agus, anggota FPI tersebut menolak. Namun setelah dijelaskan pihak Sriwijaya mereka akhirnya setuju turun di Banjarmasin. "Penumpang lainnya kita turunkan di Palangkaraya. Tapi penumpang dari anggota itu kita turunkan di Banjarmasin," ceritanya. Agus juga tidak mengenal 5 anggota FPI yang naik Sriwijaya dengan nomor penerbangan 190 tersebut. "Saya nggak tahu nama-namanya," ucap dia. saya salut dgn warga palangkayara yg bersatu mencegah masuknya provokasi ke daerah mereka,muslim di sana pun menolak karena FPI mengajarkan agama Islam yg keras dan tdk sesuai dgn yg seharusnya yg bisa berakibat rusaknya toleransi beragama di Palangkaraya
* BETA
2012-02-11 17:10:20
Keadilan memang tidak ada di dunia, jadi kita harus mengampuni mereka sebagai orang lebih mengerti karena balas dendam hanya menambah masalah menjadi besar. Hanya maaf dan ampunan yang bisa bawa damai. Kita adalah umat pilihan Tuhan jadi hidup kita harus berbeda. Makanya kesepuluh Firman hanya berikan kepada bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan saat itu pada hal banyak bangsa lain pada saat itu. Semua hukum di dunia ini adalah buatan manusia sedangkan 10 Hukum Taurat adalah buatan Tuhan, itulah yang membuat perbedaan hidup kita dengan yang lain.
* news
2012-02-11 16:39:19
ben : iya benar.lebih bagus lagi kalau kita bersatu utk menolak provokator yg masuk daerah kita (baca berita di detik news hari inidgn judul:Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin ,isi berita: Jakarta - Pihak maskapai Sriwijaya terpaksa menurunkan 5 anggota Front Pembela Islam (FPI) di Banjarmasin. Hal ini karena anggota FPI tersebut ditolak turun di Palangkaraya oleh warga setempat. "Di palangkaraya mereka tidak mendapat sambutan yang baik. Terus diminta warga setempat untuk tidak turun di Palangkaraya. Lalu kita terbangkan ke Banjarmasin," ujar Humas Sriwijaya Agus Suyono, kepada detikcom, Sabtu (11/2/2012). Agus mengaku, pihaknya tidak mau ikut campur atas kasus yang menimpa anggota FPI tersebut. Namun karena anggota FPI tersebut ditolak warga Palangkaraya, maka pihaknya melakukan hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mereka (anggota FPI) ada acara di Palangkaraya," kata Agus. Awalnya, menurut Agus, anggota FPI tersebut menolak. Namun setelah dijelaskan pihak Sriwijaya mereka akhirnya setuju turun di Banjarmasin. "Penumpang lainnya kita turunkan di Palangkaraya. Tapi penumpang dari anggota itu kita turunkan di Banjarmasin," ceritanya. Agus juga tidak mengenal 5 anggota FPI yang naik Sriwijaya dengan nomor penerbangan 190 tersebut. "Saya nggak tahu nama-namanya," ucap dia. saya salut dgn warga (penis TUHAN YESUS DIGIGIT ANJING) palangkayara yg bersatu mencegah masuknya provokasi ke daerah mereka,muslim di sana pun menolak karena FPI mengajarkan agama Islam yg keras dan tdk sesuai dgn yg seharusnya yg bisa berakibat rusaknya toleransi beragama di Palangkaraya
* news
2012-02-11 14:36:00
ben : iya benar.lebih bagus lagi kalau kita bersatu utk menolak provokator yg masuk daerah kita (baca berita di detik news hari inidgn judul:Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin ,isi berita: Jakarta - Pihak maskapai Sriwijaya terpaksa menurunkan 5 anggota Front Pembela Islam (FPI) di Banjarmasin. Hal ini karena anggota FPI tersebut ditolak turun di Palangkaraya oleh warga setempat. "Di palangkaraya mereka tidak mendapat sambutan yang baik. Terus diminta warga setempat untuk tidak turun di Palangkaraya. Lalu kita terbangkan ke Banjarmasin," ujar Humas Sriwijaya Agus Suyono, kepada detikcom, Sabtu (11/2/2012). Agus mengaku, pihaknya tidak mau ikut campur atas kasus yang menimpa anggota FPI tersebut. Namun karena anggota FPI tersebut ditolak warga Palangkaraya, maka pihaknya melakukan hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mereka (anggota FPI) ada acara di Palangkaraya," kata Agus. Awalnya, menurut Agus, anggota FPI tersebut menolak. Namun setelah dijelaskan pihak Sriwijaya mereka akhirnya setuju turun di Banjarmasin. "Penumpang lainnya kita turunkan di Palangkaraya. Tapi penumpang dari anggota itu kita turunkan di Banjarmasin," ceritanya. Agus juga tidak mengenal 5 anggota FPI yang naik Sriwijaya dengan nomor penerbangan 190 tersebut. "Saya nggak tahu nama-namanya," ucap dia. saya salut dgn warga palangkayara yg bersatu mencegah masuknya provokasi ke daerah mereka,muslim di sana pun menolak karena FPI mengajarkan agama Islam yg keras dan tdk sesuai dgn yg seharusnya yg bisa berakibat rusaknya toleransi beragama di Palangkaraya
* ben
2012-02-11 13:25:05
Hal ini mirip dgn kejadian kerusuhan SARA yg pernah terjadidi ambon, poso dll. Selalu ada provokator dulu yg memanas2i situasi sblm terjadi kerusuhan dan perang antar kelompok/ pengikut agama. Umat beragama di Malaysia janganlah kalian mau diadu domba. Dulu juga ada provokator yg memotong Kepala sapi utk memprovokasi penganut hindu di malaysia, untung warga tidak terpancing emosinya saat itu. Ada pihak2 yg keji dan haus darah yg memancing di air keruh dan berusaha keras mengambil keuntungan dari situasi yg memanas Itu.









COMMENTS
COUNSELLING