JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Jangan Buru-Buru Deklarasikan Kerukunan Umat Beragama

SATURDAY, 26 MARCH 2011

Total View : 1905 times

Umat Kristen di Bekasi meminta pelaksanaan deklarasi kerukunan umat beragama tidak dilakukan terburu-buru. Mereka membutuhkan tambahan waktu untuk melakukan konsolidasi internal terlebih  dahulu dengan sejumlah kelompok yang ada. Pasalnya hingga saat ini masih ada kelompok yang belum tersosialisasikan perihal butir-butir kesepakatan yang akan dideklarasikan.

"Supaya tak muncul keberatan dari salah satu kelompok di kemudian hari. Kalau memang akan mendeklarasikan pernyataan bersama, tentu harus diterima bersama pula. Dari internal kami pun harus satu suara dulu," ucap Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Sadikun Lie. Adapun kelompok-kelompok internal Kristen yang sudah maupun yang belum disosialisasikan belum diketahui. Sejauh ini, ada empat kelompok yang sudah mendapatkan sosialisasi hingga menerima butir-butir pernyataan sementara sisanya akan disosialisasikan segera.

Selain tambahan waktu, mereka pun mengharapkan butir-butir pernyataan di konsep deklarasi masih harus diperjelas karena dapat mengundang multitafsir yang justru akn menyulut kericuhan. Misalnya seperti butir pertama dalam konsep deklarasi. Isinya kurang lebih seputar jaminan pemerintah melindungi pelaksanaan ibadah umat agama, selama dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku sekaligus tanpa mengganggu ketertiban umum. "Bisa-bisa nanti muncul kelompok yang mengatasnamakan deklarasi lalu melegalkan tindakan penertiban pelaksanaan ibadah umat tertentu yang mereka anggap mengganggu ketertiban umum," tutur Sadikun lagi.

Kita sendiri melihat dan mendengar tentang IMB GKI Taman Yasmin yang masih dipermasalahkan. Deklarasi kerukunan umat beragama belum disahkan saja, toleransi malah sudah dilanggar, bahkan oleh pemerintah sendiri. Jika deklarasi bersama untuk menjaga kerukunan ini sudah dijalankan, apakah negara benar-benar bisa menjamin?

Sumber : pikiran-rakyat/lh3

Imago Planet

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * mansyur

    2011-04-11 21:48:37
    Iya memang aneh negeri ini, kalau bikin karaoke, spa, panti pijat, sauna dll tdk perlu ijin dari umat beragama sekitarnya atau diperkuat dgn tanda tangan org sekitar atau diperlihatkab bahwa tamu nya sudah ratusan orang jadi perlu dibangun tempat2 spt itu ... Beda dgn mendirikan tempat ibadah (gereja, vihara, dan pura)
  • * samson

    2011-03-28 09:27:08
    Saudaraku se-bangsa dan se-tanah air Indonesia yg kita cintai. Kita adalah sesama warga Indonesia. Apakah gunanya kalau deklarasi kerukunan tanpa komitmen lalu yang timbul malah saling menyerang, melarang dan main hakim sendiri. Sedih bukan? Kapan kita sama2 manusia ciptaan Tuhan, meski mempunyai perbedaan hakiki dan iman percaya, tetapi mau, rela dan tulus saling memberi dan menerima satu sama lain. Dengan toleransi yang tinggi, marilah kita harus siap terbuka dan mau mengerti kepentingan sesama. Kita memberi keleluasaan utk beribadah bagi sesama siapapun mereka, kita tetap mengasihi dan menghormati sisi hakiki iman percayanya, kita tetap saling percaya. Pada batu timbangan lainnya, kita juga harus bisa menghargai toleransi mereka, jangan egois dan mau mengerti kepentingan orang lain sebagai saudara sesama ciptaan Tuhan. Memang alangkah indahnya "kerukunan" tetapi bukan pada "judul" saja melainkan pada "komitmen & tindakan" nyata sehari2.
  • * yuki1976

    2011-03-27 02:47:26
    @ Array..biar hukum yang menentukan pak.. Kalau memang umat kristiani melakukan tindak kecurangan, biat hukum yang berbicara. Namun jika kecurangan itu tidak benar, bapak juga harus konsekuen untuk membiarkan saudara seiman kami bebas untuk beribadah. Atau jangan-jangan kalau diskotik, pub, karaoke yang buka, kalian justru senang...? aneehh
  • * Array Abu Fauzi

    2011-03-26 15:31:52
    Harus dipisahkan mana yang toleransi, dan mana kasus hukum. Tidak boleh dikait-kaitkan dan dicampur aduk. Kami warga di sekitar lokasi rencana GKI Taman Yasmin Bogor tidak pernah terima atas penipuan yang dilakukan pihak GKI Taman Yasmin,bahkan pada tahun 2002 kami sudah melayangkan surat keberatan. alasannya bervariasi, namun itu hak kami. bahkan di lokasi tersebut tidak ada jemaat gki satu orangpun!. di warga kami ada katolik, ada budha, dan merekapun menolak GKI ! lalu entah darimana, imb terus saja dibuat dengan cara licik namun terbukti pada tanggal 20 Januari 2011 lalu, Pengadilan Negeri Bogor telah memvonis sang pemalsu tanda tangan. meskipun belum incrah, tapi itu saja seharusnya sudah cukup untuk menjadi alasan pencabutan IMB karena terbukti meresahkan, dan siapakah pemicunya kalau bukan pihak GKI Taman Yasmin sendiri. JANGAN BICARA TOLERANSI KALAU MELANGGAR HUKUM, DAN TIDAK USAH BAWA-BAWA SARA !