Pembunuhan Pertama Di Dunia

FRIDAY, 26 SEPTEMBER 2008

Total View : 3410 times


Dalam Prinsip Keuangan ini Anda telah belajar beberapa hal penting tentang memberikan persembahan. Namun yang perlu diperhatikan lagi ialah; bukan hanya memberi dengan caranya Allah, tetapi apa yang Anda beri dan cara memberikannya juga harus sesuai dengan cara Allah. Memang adalah hal yang mudah untuk memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan keinginan si pemberi. Tapi ingat, seringkali sikap seperti ini akan memancing masalah baru jika dalam waktu berikutnya si pemberi diminta memberikan persembahan lagi dengan jumlah yang banyak atau lebih besar.

Jika ada seorang yang meminta sesuatu kepada Anda, mungkin Anda akan merasa jengkel dan sedikit terpaksa untuk memberikan persembahan kepada orang itu. Karena Anda berpikir bahwa Andalah yang berhak memutuskan apa yang harus diberikan berdasarkan apa yang digerakkan dari dalam hati Anda. Mari kita kaitkan hal ini dengan firman Tuhan.

Ibrani 11:4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati."

Kisah kakak beradik, Kain dan Habel menyatakan tentang prinsip Ilahi ini. Allah tentunya telah memberi informasi ini kepada Adam dan Hawa, orang tua mereka, tentang apa yang harus dipersembahkan dalam korban bakaran untuk Tuhan. Masih ingat dengan kisah kejahatan di taman Eden? Di sana manusia pertama itu menentang peraturan Tuhan dengan memakan buah tanaman yang dilarang Tuhan sendiri. Akibat ketidaktaatan, mereka diusir dari taman Allah itu dan ingat, mereka telanjang! Tetapi oleh kasih Tuhan, rasa malu mereka ditutupi oleh Tuhan sendiri dengan kulit binatang. Artinya ada seekor binatang yang telah disembelih. Hal ini Allah lakukan untuk menebus dosa mereka.

Akan tetapi, ketika anak-anak mereka membawa korban bakaran kepada Tuhan, salah seorang melakukan dengan caranya sendiri. Ia memberikan persembahan dari hasil produksinya sendiri yaitu: sayur-sayuran, sementara adiknya mempersembahkan seekor domba ternaknya, sama seperti caranya Tuhan.

Allah menerima korban Habel sedangkan Kain tidak. Mungkin saat itu dari langit turun api dengan suara menderu atau sesuatu tanda lain yang kurang dramatis yang menunjukkan respon Allah terhadap persembahan mereka. Setelah momen itu, jelas terjadi perbedaan jauh dalam berkat Tuhan yang turun atas hidup kedua kakak beradik itu. Pertanyaannya, mengapa Kain menjadi iri hati dengan adiknya? Mengapa ia harus mengakhiri momen persembahan dengan membunuh adik kandungnya sendiri? Wow, luar biasa sekali kisah ini. Kematian pertama yang terjadi dalam sejarah Alkitab adalah karena hal persembahan.

Apa yang perlu Anda pelajari? Menyimak kisah Alkitab di atas menunjukkan bahwa  kita sedang tidak berurusan dengan hal yang sepele. Ada suatu kuasa yang luar biasa dalam memberi persembahan. Jika hal tersebut diabaikan, maka manusia akan menderita. Sebaliknya, jika hal itu dihormati, kuasa Tuhan akan dilepaskan dalam bentuk berkat yang luar biasa atas hidup Anda.

Alkitab berisi banyak pesan untuk memberikan persembahan. Tuhan meminta Anda melakukan kehendak-Nya. Ia meminta Anda untuk memberikan perpuluhan, persembahan dan kasih kepada orang yang memerlukan. Mari melakukannya bukan dengan kehendak, keinginan atau keputusan sendiri, tetapi libatkan kehendak Allah di sana. Apa yang Tuhan ingin supaya Anda lakukan, lakukanlah itu.


Mitra CBN

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * yuli

    2008-10-08 15:33:59
    iya sih memberi itu harus dg tulus hati, kalau udah dikasih, a terserah orgnya mau diapain. kadang kita memberi tp mau ngatur yang diberi bgm mempergunakan uang itu... mm..
  • * Humprey

    2008-09-26 11:14:00
    Benar sekali, persembahan itu bukanlah sesuatu yang sepele. Kalo kita melakukan dengan segenap hati, pasti berkat Tuhan turun atas hidup kita.

"Kunci Sukses"

Kebebasan Financial bukan hanya bicara tentang kelimpahan secara keuangan, namun juga tentang kebebasan waktu. Aset yang paling berharga dalam hidup ini bukanlah uang atau portfolio Anda, tapi waktu yang Anda miliki. Karena waktu tidak bisa diulang atau diganti, sekali Anda melewatkan momentum yang penting, hal itu tidak akan pernah dapat diulang kembali. Jadi jika karena mengejar uang Anda kehilangan waktu-waktu yang berharga, Anda kalah. Buatlah uang bekerja bagi Anda, dan pergunakanlah waktu-waktu Anda yang berharga untuk hal-hal yang penting dan berarti, itulah kebebasan dan kemerdekaan financial yang sesungguhnya.