fotoku.jawaban.com | Solusi Life | OBI | Iklan Baris | Video Library | Prayfor | English Article
Register | Login | Forget Pwd

Headline News

Hal Unik yang Terjadi Seputar Demo Buruh

Thu, 2 May 2013

view : 2418

Hari Buruh Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, juga disebut sebagai May Day, yang terjadi Rabu (1/5) kemarin punya beberapa cerita unik. Di tengah lautan manusia, ada yang meraup keuntungan, ada yang juga merasa dirugikan, dan sebagainya. Berikut ini beberapa kisah unik yang terjadi seputar May Day tersebut :

Berkah bagi Harizun (25) dan Rokhim (24)

Kedua orang yang berasal dari Madura ini berprofesi sebagai penjual kopi keliling dengan menggunakan sepeda ontel sebagai lapak untuk menjajakan dagangannya. Jika hari biasa, siang hari dagangannya belum tentu habis bahkan terkadang belum laku separuh. "Namun hari ini bener-bener laris manis mas, kopi laris, es jeruk laris dan rokok juga laris," ujar Harizun seperti dirilis merdeka.com. Bahkan penjual kopi dan es ini tak henti-hentinya melayani pesanan. Saking antrenya, penjual ini kewalahan membuatkan minum yang dipesan.

Sampah Berserakan di Jalan Dikeluhkan Tukang Sapu

Para tukang sapu jalan kerap mengeluhkan adanya perayaan hari buruh. Pasalnya, usai melakukan demonstrasi di Gedung DPR, pasti para buruh meninggalkan banyak sekali sampah yang berserakan di jalan. "Yah suka ga suka sih dengan adanya hari buruh. Soalnya kerjaan kita di sini jadi bertambah 10 kali lipat. Soalnya habis demo pasti nanti banyak sampah-sampah di jalan," ujar Tarno, salah satu tukang sapu di sekitaran gedung DPR/MPR RI.

Tidak Ada Pentungan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan untuk mengamankan demo buruh di depan Balai Kota Jakarta.  Menurut Kepala Satpol DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso menyatakan dalam menjalankan tugas anggotanya tidak akan menggunakan pentungan. "Pentungan itu dipakai pada saat yang dibutuhkan saja, ada di mobil," ucapnya.  "Masa mau dibacok ditangkis pakai tangan. Bagaimana itu? Itu sama saja menyuruh anak buah saya mati konyol," ungkapnya lagi.

Reog dan Ondel-Ondel pun Turut Berdemo

Ribuan buruh yang berorasi dan kumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) long march menuju istana. Dalam aksinya itu, mereka juga membawa ondel-ondel dan reog Ponorogo. Mereka menyanyikan lagu iwak peyek dan march buruh.  Para warok dan pentol berjoget lenggak –lenggok diiringi gamelan khas reog. Atraksi reog ini pun segera menyita perhatian para buruh lainnya. Bahkan mereka memberi ruang khusus untuk reog dan ondel menggelar aksi di tengah-tengah ribuan buruh lainnya.

Demo yang berlangsung pada 1 Mei 2013 ini termasuk demo yang terbilang rapi, karena para buruh tidak ada yang bertindak anarkis dan semua aman terkendali. Tidak ada pengrusakan, tidak ada korban, ataupun hal-hal yang merusak lainnya. Jika hendak menyuarakan pendapat, hendaknya dilakukan dengan cara yang damai namun smart seperti ini.

 

Baca juga :

Pelajaran yang Dapat Ditarik dari Kenaikan Yesus

Berbagai Mitos Salah dalam Mendidik Anak

Berbagai Fakta Menarik Tentang Gigi

Forum : Kopdar Foto Hunting 2013

Resep Cemilan Rempeyek Kacang Hijau

Sumber : merdeka.com by lois horiyanti/jawaban.com
Nickname
Email
Comment

Comment

s4rum4h4

2013-05-07 18:53:45
demo itu wajar, boleh dan sah2 saja, sebaiknya pemda daerah juga harus menyediakan tempat sampah ditempat rawan demo, istilahnya tempat sampah dadakan bukan yang permanen dengan memerintahkan dinas kebersihan dan staff. jangan pak polisi aja yang siaga, tapi tempat sampah juga siaga

me

2013-05-02 09:19:54
reog dan ondel2, hmmmm, unik juga yaaa