fotoku.jawaban.com | Solusi Life | OBI | Iklan Baris | Video Library | Prayfor | English Article
Register | Login | Forget Pwd

Headline News

Diteror FPI, Siapakah Irshad Manji?

Sun, 6 May 2012

view : 5361

Kedatangan seorang jurnalis dan tokoh revormis Islam dari Kanada bernama Irshad Manji mendapat tentangan dari beberapa pihak Islam radikal Indonesia, terutama Front Pembela Islam. Saat melakukan diskusi di Salihara dan Aliansi Jurnalis Independen di Jakarta sempat ricuh sehingga polisi harus membubarkan acara tersebut dan melakukan evakuasi. Siapakah sebenarnya sosok Irshad Manji ini?

Wanita yang lahir pada tahun 1968 di Uganda ini berdarah India dan Mesir. Dibawah pemerintahan Jenderal Idi Amin pada tahun 1971-1973, ribuan keluarga Asia di Uganda dipaksa untuk hijrah ke negara lain, termasuk keluarga Manji. Akhirnya keluarganya memilih Vancouver, Kanada sebagai tempat tinggal mereka di tahun 1972.

Irshad Manji yang dibesarkan dengan dua model sekolah, yaitu sekuler dan madrasah. Namun pada usia 14 tahun ia dikeluarkan dari madrasah kerena dinilai terlalu banyak bertanya. Menurut Manji, apa yang dipelajarinya di madrasah bukanlah pendidikan, tetapi dokrinasi. Hal itu membuatnya ingin memperdalam pengetahuannya tentang islam.

Irshad Manji tumbuh menjadi wanita yang cerdas dan kritis, terlebih ia terjun dalam bidang jurnalistik. Pemikirannya tentang Islam dan juga kebebasan sangat mewarnai tulisan dan juga program-program televise yang dibuatnya.

Jika dirinya begitu brilian, apa yang menjadi batu sandungan Irshad Manji?

"Irshad Manji misalnya. Dia diserang karena dia berani menggugat atau kritis terhadap pandangan Islam konvensional. Kebetulan dia seorang lesbian, makin dijadikan target serangan-lah dia,"demikian jelas Hartoyo, seorang aktivis LGBT Indonesia saat mengkomentari kasus rusuhnya diskusi yang digelar dengan Manji.

Ternyata status Isrhad Manji yang seorang lesbian dan mendukung LGBT-lah yang membuat kelompok garis keras menentang kehadirannya. Kehadiran Manji dianggap akan membawa pandangan bahwa Islam terbuka untuk kaum LGBT.

Gerakan LGBT saat ini memang semakin kuat bersuara, hal ini menjadi perhatian berbagai kelompok agama, bukan hanya Islam, di dunia Kristen pun sudah cukup mengkuatirkan. Namun kembali, tindakan anarkis bukanlah solusinya. Kasih Tuhanlah yang dapat mengubah kehidupan seseorang.

Sumber : Beritasatu.com | Puji Astuti
Nickname
Email
Comment

Comment

Jahya

2012-06-22 15:32:58
Dia datang ke Indonesia untuk promosi bukunya...Isi bukunya mengenai prjuangan wanita muslim menuntut haknya...Dalam bukunya dia ingin agar kaum muslim menafsirkan Al Quran dengan akal bukan huruf demi huruf secara buta....sehingga Agama Islam bisa jadi Panutan bukan Ditakuti....Jadi dia datang bukan mempromosikan Lesbianisme...masalah dia Lesbi itu urusannya...tapi pemikirannya dalam Revormasi Islam, khususnya wanita perlu dipertimbangkan dan didiskusikan.

indah

2012-05-11 13:08:39
kenapa sih pada takut agamanya dikritisi ? kalo emang benar kenapa harus pada kebakaran jenggot ya ? toh yg mengaku beragama dan merasa sudah baik belum tentu lolos sensornya Allah dan stay in heaven bukan ? so koreksi diri sendiri dululah...itu paling tepat

Jhon Israel

2012-05-10 19:29:04
I MANJI+ANGGOTA LGBT=FUCK !!! SESAT+BEJAT.

Priamalam

2012-05-10 09:37:44
@intan: demokratis darimana??? menghargai perbedaan darimana?? ada contoh di timur tengah?

intan

2012-05-10 08:34:01
Islam itu agama yg Demokratis, agama yang lentur, agama yg menghargai perbedaan..tp islam jg bukan agama yang barter, klo persoalan fiqh (khilafiyah) bisa diterima, klo persoalan aqidah itu adalah harga mati, yg tdk ada tawar meNawar, Irsyad Manjdi ingin melakukan tawar menawar dalam aqidah, g bisa itu, berkaitan dgn keyaqinan dan cara pandang itu adalah mslh individu, tp untk urusan yg stu ini tdk boleh membuka ruang orang lain yg belom tentu paham agama utk diskusi yg mengatasnamakan kebebasan,,, orang yg memiliki cara pandang yg sudah keluar dr ruh islam seperti irsyad manji maka bisa dipastikan cara pandangnya jg salah,, Lesbian adalah salah/dosa menurut islam, apapun alasanya,itu adalah harga mati,,jd irsyad manjdi klo ingin mencari kebenaran bukan dengan dalil pembenaran diri..saya sarankan irsyad utk pulang saja ke kanada,, indonesia gudang kyai,ustadz dan cendikiawan muslim, salah anda klo datang kesini ingin mempengaruhi umat muslim indonesia, krn yg anda lakukan (lesbi) adalah sesat menurut islam..

 1 2 >