Hamil Setelah Lima Tahun Menantikan Anak
Lima tahun yang lalu (tahun 1999, red.), Susanto dan May kehilangan anak mereka karena keguguran. Kesedihan ini bertambah dalam ketika dokter menyimpulkan bahwa May menderita toksoplasmosis. Susanto tidak mungkin punya anak lagi. Segala cara pengobatan mereka jalani demi memperoleh seorang buah hati, namun tak satu pun kunjung membuahkan hasil.
“Tiap hari saya harus minum satu sendok obat, apa saja dari yang pahit, yang manis, sudah saya coba semua. Pengobatan dari Cina juga sudah saya coba, ada tusuk jarum di perut supaya keluar penyakitnya, apapun saya lakukan. Tapi tidak ada hasilnya,” ujar May.
Ketika kekecewaan itu bertambah dalam, Susanto pun memutuskan berhenti dari pelayanannya sebagai guru sekolah minggu.
“Kok rasanya tidak adil ya Tuhan? Saya sudah berikan seluruh kemampuan saya untuk melayani Tuhan, tapi balasannya apa?” tambah Susanto.
“Dia ingin sekali punya anak, tapi kita tidak bisa. Padahal kita sudah berupaya, tapi Tuhan tidak kasih. 'Ya, harus bagaimana?', saya bilang begitu kepada suami saya,” diakui May.
Empat tahun berlalu dalam keputus-asaan, hingga pada suatu malam pengharapan kembali tumbuh dalam hati mereka. Susanto dan May menyaksikan Solusi yang malam itu menayangkan kisah nyata tentang seorang ibu yang sembuh dari toksoplasmosis.
“Waktu itu lihat Solusi, tiba-tiba saya dan istri saya sepakat, 'Coba yok, kita telepon'. Apalagi di tayangan Solusi saat itu dikatakan, ‘Yang berbeban berat, kita akan mendoakan’. Waktu itu kita memang doa, terus kita dipandu, terus kita nangis sampai uneg-uneg kita keluar semua. ‘Tuhan, ini mungkin harapan kita terakhir. Kalau ini pun tidak terkabulkan, kita tidak tahu kemana lagi’”, diakui Susanto dalam doanya.
“Saya juga berdoa dalam hati, ‘Tuhan, saya diberikan hadiah Natal’”, minta May dalam doanya.
Mukjizat pun terjadi tepat sebulan setelah doa bersama konselor Solusi. Desember tahun 2004, May menyadari bahwa dirinya telah hamil.
“Pertama waktu di Desember, saya senang akhirnya bisa hamil. Saya pegang perut dan bilang, ‘Tuhan, terima kasih. Engkau memberikan kepercayaan anak ini buat saya,” ujar May.
“Kalau dipikir dengan akal sehat manusia, hal ini tidak mungkin terjadi. Setelah saya pasrah kepada Tuhan, ternyata membuahkan hasil. Bagi saya, ini mukjizat. Kebesaran Tuhan begitu nyata dalam kehidupan saya. Solusi punya tempat tersendiri di hati saya. Dengan adanya program Solusi, saya bisa punya anak. Itu berkat tersendiri bagi saya, dan benar-benar mukjizat itu terjadi. Sekarang bisa saya lihat sendiri dalam keluarga saya,” kata Susanto seraya berdoa dan bersyukur atas kebaikan Tuhan.(Susanto dan May, Yogyakarta-Penonton Solusi)