JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Tips Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga

FRIDAY, 26 APRIL 2013

Total View : 3165 times


Safir Senduk, pakar perencanaan keuangan, mengaku sering mendengar keluhan orang-orang yang mengalami defisit hanya karena adanya pengeluaran tak terduga. Entah pengeluaran itu memang muncul tak diduga atau sebenarnya sudah diduga—hanya saja, munculnya terlalu dini.

Beberapa contoh pengeluaran tak terduga adalah sebagai berikut: Anda sakit, sehingga mau tak mau harus pergi ke dokter. Atau kendaraan Anda ditabrak sehingga harus dibawa ke bengkel. Atau ada saudara yang menginap di rumah Anda selama beberapa hari, sehingga Anda harus mengeluarkan uang lebih dari biasanya untuk membeli sembako.

Anggaran sehari-hari pun bisa saja disisipi kebutuhan tak terduga. Kadang tagihan listrik, telepon, atau iuran PAM bisa melebihi jumlah yang telah kita sediakan.

Sama halnya saat Anda sekeluarga pergi berlibur. Meskipun di awal bulan biaya liburan sudah dianggarkan sebesar Rp 1 juta, misalnya, tetapi kenyataannya di lapangan, biaya tersebut membengkak menjadi Rp 2 juta.

Jika Anda sering mengalami hal tersebut, Anda bisa mengatasinya.

Seperti dilansir Tabloid Nova, berikut ini adalah 3 tips sederhana untuk mengatasi pengeluaran tak terduga dari Safir Senduk:

#1 Tidak Semua Harus Dituruti

Ada pengeluaran tak terduga yang memang sungguh-sungguh tidak bisa dihindari, dan ada yang bisa dihindari. Untuk menghindarinya, kita harus melihat kepentingannya. Misalkan, jika Anda melihat barang bagus di toko, pikirkan terlebih dahulu apakah barang tersebut betul-betul penting untuk dibeli atau tidak. Anda juga harus bisa melihat seberapa sering barang tersebut dipakai. Bisa jadi sebuah barang memang bagus untuk dibeli, tetapi ternyata Anda tidak akan memakainya sering-sering.

Dalam berbelanja, gunakan akal sehat, bukan nafsu.

 

#2 Membayar dari Uang Simpanan

Saat membuat anggaran, yang Anda lakukan adalah merencanakan penggunaan pemasukan rutin untuk membayar pengeluaran rutin (termasuk setoran tabungan). Lalu, bagaimana jika Anda harus membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, tidak terduga, dan tidak termasuk dalam anggaran yang sudah dibuat? Kalau Anda harus membayarnya dengan uang dari pemasukan rutin, kemungkinan besar anggaran Anda akan "kacau", karena pemasukan rutin Anda memang sudah diatur untuk membayar pengeluaran rutin.

Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebaiknya Anda memiliki simpanan uang tunai. Anda dapat membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin dan tidak terduga dari simpanan uang tunai ini. Dengan demikian, pemasukan rutin Anda tidak terganggu.

 

#3 Mengambil Sejumlah Asuransi

Ada sejumlah pengeluaran yang dapat diasuransikan. Sebagai contoh, kebakaran rumah. Kebakaran memang merupakan resiko yang tidak bisa diduga sehingga mau tak mau kita harus mengeluarkan biaya tak terduga. Sebetulnya, kebakaran rumah adalah resiko yang bisa diasuransikan. Jika Anda mau mengasuransikannya, Anda tidak perlu membayar pengeluaran tak terduga itu.

Dengan memiliki asuransi, Anda mendapat kemudahan membayar pengeluaran yang sifatnya tak terduga dari terjadinya resiko-resiko tersebut.  Beberapa asuransi yang bisa dipertimbangkan untuk diambil antara lain: asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, kendaraan, dan asuransi rumah.

 

BACA JUGA:

Sumber : TABLOID NOVA | YK


Mitra CBN

COMMENTS

KONSELING

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • No comment yet