JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Etika Posting
03 July 2013 00:31:58

yovi_manja

img_rank img_foto

Join Date : 03 December 2011

Posts : 164

Welcome back guys... dah lama bgt ga bikin thread di Forum..hehehe

Kembali lagi saya menulis thread dengan beberapa pengalaman dari orang-orang terdekat saya...

Beberapa waktu yang lalu (ya bisa dikatakan udah cukup lama siiihhh..hehe), saya menonton Obat Malam tentang Kekuatan dari Kata-Kata. Pada episode saat itu, tentang kata-kata seorang suami terhadap istrinya, tapi saya sekarang mau membahas kata-kata orang tua kepada anaknya.

Kenapa saya ingin membahasnya? Mungkin bukan saya saja yang pernah mengalaminya, dan mungkin kita semua pernah merasakannya. Dan saya ingin tahu pendapat/masukan teman-teman Forum dari thread ini..

 

Case 1:

Disaat seorang anak lulus menjadi Sarjana Hukum (saya ambil dari jurusan saya karena tahapannya yang saya tau, dan bukan berarti itu saya ya...hehe) dan ingin berkonsentrasi di jurusannya untuk mengikuti kursus pendidikan pengacara, sang orang tua berpendapat lebih baik langsung cari kerja diluar hukum dari pada kursus karena menurut orang tuanya sang anak tidak akan mampu untuk menyelesaikannya dan itu dikatakannya kepada sang anak, dan sang anak lama-lama sudah tidak lagi terlalu berniat mengambil kursus itu walaupun sudah mencoba untuk meyakinkannya.

 

Case 2:

Disaat seorang anak yang dikatakan berasal dari kalangan orang berada dan browsing untuk mencari beasiswa ataupun informasi sekolah di luar negeri serta yang lainnya dan menyatakan kepada orang tuanya kalau ia ingin bersekolah di luar negeri untuk mengambil gelar S2, sang orang tua pun melarangnya dengan alasan sang anak tidak akan mampu untuk lanjut sekolah disana serta mengatakan 'otakmu tidak akan mampu karena mama-papa tau kalau otakmu itu tak mampu' dan jauh dari orang tua, dan sang anak sudah tidak bisa meyakinkan kembali karena orang tuanya pun beranggapan seperti itu terus walaupun sudah diyakinkan.

 

Case 3:

Disaat seorang anak yang menyadari kemampuannya untuk berwirausaha dan sudah membicarakannya kepada orang tuanya dan menyetujuinya. Dan beberapa hari kemudian sang orang tua tidak menyetujuinya dengan alasan sang anak tidak akan mampu dan tidak akan sukses jika berwirausaha, walaupun sudah diyakinkan tidak akan mengambil modal dari orang tua melainkan modal sendiri yang bisa dibilang seadanya. Dan sang anak mencobanya sendiri tanpa memberitahukan usahanya kepada orang tuanya, dan pada saat sang orang tua mengetahuinya, sang anak dipaksa untuk berhenti berwirausaha dengan alasan yang sama, yaitu tidak akan mungkin bisa. Dan sang anak menurutinya karena sudah tertanam dimainsetnya kalau ucapan orang tua selalu benar karena sudah makan manis-asamnya kehidupan.

 

Mungkin dari kita semua pernah mendengar kata-kata "Mulutmu, Harimaumu", "Perkataanmu adalah Imanmu", "Apa yang keluar dari mulutmu, itulah yang akan terjadi", dan mungkin masih banyak lagi kaliamat yang berhungan dengan ini.

Nah guys, Bagaimana menghadapi orang tua yang seperti itu yang bisa dikatakan selalu meremehkan kemampuan sang anak? Trus, apa yang harus dilakukan sang anak? Dan, selain itu, ada beberapa teman saya yang juga mengalami salah satu kasus di atas dan perkataan orang tuanya itu BENAR-BENAR terwujud, bisa dibilang sama seperti kalimat "Perkataanmu adalah Imanmu" itu lah yang terjadi.

So, apa sih tanggapanmu tentang kasus-kasus tersebut?


Latest update by believers24 on 09 July 2013 21:14:50

03 July 2013 08:01:36

serve_Him_never_end

img_rank img_foto

Join Date : 01 May 2013

Posts : 872

@yovi_manja

Anak2 muda memang sering terlalu berambisi, tanpa bisa melihat kemampuan dirnya
Sebab itu diperlukan orang lain utk dapat melihat kemampuan & keuletan diri kamu.
Orang yg punya kemampuan utk melihat kemampuanmu adalah org tua yg selama ini selalu mendampingi dan memperhatikan. 
Shg para ortu akan sangat hapal segala habit dan kemampuan anak2nya.

Kalau merasa yakin, boleh2 saja buktikan bahwa kamu mampu
Justru dgn larangan/hambatan ortu spt itu akan  merupakan motivator yg kuat utk merubah kapasitasmu yg terekam ortu selama ini 
Dengan mundur dan seolah terpaksa menuruti apa kata ortu justru membuktikan sebenarnya semangatmu hanya semangat limun/minuman bersoda, cuma ikut2an trend ikut kursus/S2/beasiswa dsb.
Lalu kemalasanmu utk pembuktian ditutupi dgn alasan tdk direstui ortu
Saatnya maju, buktikan kamu bisa.
GBU 


Latest update by serve_Him_never_end on 03 July 2013 08:19:00

"tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah". Yesaya 40:31

05 July 2013 15:13:21

yenny_k

img_rank img_foto

Join Date : 07 February 2013

Posts : 625

Kuncinya adalah, bukan mendengarkan apa yang dikatakan orang tentang kita, melainkan mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan tentang kita...


Latest update by yenny_k on 05 July 2013 15:13:21

I am nothing without HIM

11 July 2013 14:30:08

eunhye

img_rank img_foto

Join Date : 26 March 2012

Posts : 297

saya juga ikutan sedikit sharing tentang kata-kata orang tua kepada anaknya

beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sedang mencari pasangan hidup (maaf agak sedikit menyimpang, tapi disini saya mau menyikapi kata-kata orang tua kepada anaknya). sang anak laki-laki mengatakan dia ingin mencari pasangan hidup yang bisa menerima dia apa adanya. berjalannya waktu sang anak laki-laki menemukan wanita yang mau menerima dia apa adanya, tapi kendalannya sang pasangan hidupnya jauh lebih tua dari si anak laki-laki. singkat cerita, anak laki-laki tersebut menceritakannya pada orang tuanya tentang hubungannya dengan sang wanita, dan kata-kata orangnya kepadanya, " Apakah kamu yakin dengan keputusan kamu untuk menikahi wanita yang lebih tua dari kamu? dan apakah nantinya di usia kamu 40an dia masih bisa melayani kamu sebagai suaminya (maaf) dalam ranjang?, apakah kamu tidak malu dan dapat wanita yang lebih muda?, jangan kamu nikahi wanita itu karena kami tahu kamu tidak akan bahagia.

bagaimana juga kalo kasus diatas? tolong juga berikan tanggapan temen-temen


Latest update by eunhye on 11 July 2013 14:30:08

11 July 2013 16:01:00

DwiKezia

img_rank img_foto

Join Date : 25 August 2012

Posts : 441

Memang kalau di perhatikan memang budaya kita orang tua jarang memberi anak kebebasan menentukan jalan hidupnya. Paling yang bisa anak lakukan membuktikan bahwa ia mampu bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya. Sedang untuk postingan @eunhye saya bisa mengerti kembali lagi ke budaya dimana orang tua masih berpikir laki2 harus berusia lebih tua dari wanita. Tapi yang menjalanikan si laki2 bukan orang tuanya so sebaiknya si laki2 memberi pengertian buat orang tuanya. Regards

Latest update by DwiKezia on 11 July 2013 16:01:00

1 Korintus 10:13= Percobaan-percoban yang kamu alami ialah percobaan-percoban biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia, sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
11 July 2013 19:55:15

believers24

img_rank img_foto

Join Date : 02 February 2009

Posts : 2688

Kalau konteksnya adalah perkataan negatif orang tua ke anak-anak maka menurut saya cara yang terbaik adalah si anak datang ke Tuhan Yesus dan patahkan semua hal yang negatif itu di dalam nama-Nya.

Bila mau sedikit ekstrim, si anak harus cari waktu yang tepat untuk ungkapkan perasaannya di hadapan orangtua. Katakan kepada ayah-ibu bahwa yang ia butuhkan adalah doa, berkat, dan dukungan dari mereka. Pastikan di hadapan mereka, jika pada akhirnya keputusan yang diambil salah atau berakibat tidak baik kepada diri si anak maka si anak siap menanggung semua itu.

Tapi perlu diingat, menyatakan hal ini jangan seperti menantang atau sok jago tetapi seperti seorang yang mengiba untuk diberikan kesempatan membuktikan sesuatu. Memang terkesannya nanti si anak akan terlihat begitu rendah di hadapan orang tua, tetapi demi restu dan dukungan orangtua, tidak ada salahnya untuk melakukannya.  


Latest update by believers24 on 11 July 2013 19:55:15

Tuhan merespon apa yang Anda imani

12 July 2013 12:28:43

yens

img_rank img_foto

Join Date : 04 October 2006

Posts : 102

@DwiKezia : setuju skali dgn pendapatmu :-) 

@believers24 : hihihi...bs tiap hr tiap jam doa utk menengking kata2 negatif tsb (dikira kesambet lg) hahaha...kl utk diungkapkan, ortu (dlm case ini adl nyokap ku, 'ngeles'nya pasti ngomong "kapan mami pnah meremehkan ato merendahkan kalian...pdhal dlm hati tiap hr tuh)

@serve him never end : perkataan anda memang ada bnrnya, justru hrs dijadikan cambuk & motivasi utk membuktikan kl kita mampu tp mslhnya doa & dukungan ortu kan jg penting.

@yovi_manja: hihihi...maaf blm ksh pendapat krn ane sendiri jg msh bergumul utk hal tsb.


Latest update by yens on 12 July 2013 12:28:43

~ All because His grace ~

12 July 2013 16:49:12

believers24

img_rank img_foto

Join Date : 02 February 2009

Posts : 2688

@yenny : mksd saya tuh bukan menengkingnya di depan orangtua ya..itu jadinya nanti dianggap gak sopan... doa yang saya maksud disini tuh di kamar waktu si anak sendiri lah...

terus mengenai ortu yang ngeles, ya makanya saya bilang, cari waktu yang tepat...jangan ujuk2 langsung ngomong ke ortu... pasti pertanyaan ada lanjutan setelah ini, kapan waktu tepatnya ? kalau saya sih setelah si anak mendapatkan kemantapan hari dari Tuhan. Kalau ngga, doa ke Tuhan, 'Tuhan saya mau bicarakan hal ini kepada ortu saya, Tuhan tunjukkan jalan untuk saya bisa melakukannya'.

Begitu sist penjelasan tambahan dari saya


Latest update by believers24 on 12 July 2013 16:49:12

Tuhan merespon apa yang Anda imani

31 July 2013 10:54:49

Lois Butterfly

img_rank img_foto

Join Date : 01 March 2010

Posts : 2548

Saya sering mengalami perkataan yang melemahkan dari ortu, khususnya mama saya. Saya selalu dibilang keras kepala, sering ngelawan orangtua, dll....

Berlalunya waktu, saya buktikan kalau saya bukan anak yang seperti itu. Itu semua hanya reaksi saya yang negatif karena mendapatkan perlakuan / perkataan yang negatif.

Saya berubah seiring pengenalan saya akan Yesus dan itu juga mengubah mama saya.

Setiap kali dia ngomong negatif, yang terbilang ya hal itu disebabkan karena ketidaktahuannya, saya akan coba menerangkan tanpa terkesan menggurui. Misalnya saja, dia ngomong, "Tahun ini tahun sial kamu, soalnya tadi mama ke tempat sembahyang dan kamu dibilang kalau bulan ini harus hati2. Bla bla bla..." Saya pasti akan jawab, "Pasti harus hati-hati setiap waktu Ma, saya juga minta Tuhan jaga saya. Kan saya punya Tuhan yang bisa lindungi, jadi jangan takut." Setiap kali saya ngomong begitu, dia pasti langsung positif. "Iya, yang penting kamu hati2 yaa..."

So, semuanya tergantung dari kita. Mau percaya perkataan ortu yang negatif itu atau mau membuktikan hal itu salah. Itu kalau dari saya....


Latest update by Lois Butterfly on 31 July 2013 10:54:49

U stay in my heart

01 August 2013 20:07:11

lori_mora

img_rank img_foto

Join Date : 06 June 2013

Posts : 234

Sebenarnya..kadang kala kita memang harus menghadapi perlakuan ortu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Kita berharap bahwa merekalah orang yang paling mengerti dengan kita, namun nyatanya banyak ortu yang justru tidak mengenal anak2nya bahkan mewariskan sikap seperti bertutur yang tidak baik.

Yah coba untuk diam saja dan tetap memberi rasa hormat kepada ortu, tapi kalo ucapan itu salah anak2 juga punya hak untuk mengingatkan ortu.Ngak salah kog...


Latest update by lori_mora on 01 August 2013 20:07:11

"If you Believe in GOD even in a grain of mustard seed, it will Happen"

Etika Posting