JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Jawara Ayam Goreng Solo: Mbah Karto

(By : Agromedia).    View : 3599 times

Jawara Ayam Goreng Solo: Mbah Karto
Ayam Goreng Mbah KartoMencari tempat makan dengan menu ayam goring seperti membalik telapak tangan karena di setiap sudut kota pasti ada, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran mewah di gedung-gedung megah. Tapi mencari yang benar-benar gurih dan renyah tentu hanya ada segelintir.

Ayam Kampung Kemanggang
Namun di Sukoharjo, kota kecil sekitar 10 km selatan Solo, tepatnya di Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto 8, di depan PLN Sukoharjo, ada tempat makan dengan menu ayam goreng yang demikian special sampai pelanggannya harus rela antri menunggu giliran dilayani. Padahal di dalam pendopo rumah yang dijadikan tempat makan itu terdapat tidak kurang dari sepuluh meja besar dengan bangku-bangku yang mengelilinginya.

Saat pukul 12.00-13.00 suasana di sekitar tempat makan tersebut seperti sedang digelar hajat. Mobil-mobil dan puluhan motor berjajar di halaman dan jalan di depan rumah itu, sementara orang-orang lalu lalang keluar masuk rumah menikmati gurih renyahnya ayam goring hasil olahan Mbah Karto.

Selain masyarakat umum yang menjadi pelanggannya. Ayam Goreng Mbah Karto juga menjadi tempat favorit para pejabat di daerah ini dan sekitarnya untuk bersantap. Tak kurang seleb ibukota yang pernah mendengar gurih renyahnya ayam goreng Mbah Karto datang menjajalnya, seperti almarhum Dono Warkop.

Untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan yang hilir mudik itu, tempat makan ini setiap hari menyembelih tidak kurang dari 200 ekor ayam kampung. Pada hari-hari libur, jumlah pengunjung bakal bertambah banyak. Alhasil, ayam kampung yang digoreng pun bisa lebih dari 250 ekor.

Ayam Goreng Mbah KartoDimulai dari perjuangan almarhum Mbah Kartodimejo menjajakan atam goring lebih dari 20 tahun lalu, tempat makan ini boleh jadi yang terbesar di daerah ini. Salah satu rahasia tempat makan ini menjerat para penikmat makan enak adalah bahan bakunya berupa ayam kampung kemanggang, yaitu ayam yang umurnya baru 4-6 bulan.

Ayam kampung seusia ini ukurannya belum maksimal, dagingnya masih empuk, tidak liat seperti ayam-ayam kampong berumur di atas setahun. Di kalangan orang Jawa ayam seukuran ini biasanya digunakan untuk pelengkap sesajian. Disebut kemanggang karena ayam ini dimasak dengan cara dipanggang dekat bara api.

Oleh karena masih muda, ayam kemanggang menghasilkan ayam goreng yang renyah. Dengan racikan bumbu yang pas, ayam yang renyah tersebut juga terasa sangat gurih. Istimewanya lagi, bumbunya bisa meresap ke serat-serat daging bagian dalam sehingga citarasa gurih tidak hanya di permukaan, tapi sampai ke bagian terdalam daging.

Di tempat makan sederhana yang meriah ini, pengunjung bisa memesan bagian-bagian tertentu dari ayam, misalnya satu piring penuh berisi kepala saja, paha saja, atau hanya memesan sepiring khusus jeroan. Di sini, makan ayam goreng tidak hanya selalu dengan nasi karena kerenyahan dan kegurihannya, ayam goring Mbah Karto juga cocok dijadikan snack atau makanan ringan.

Sambal Miri
Ayam Goreng Mbah KartoSebagai lauk makan nasi, gurih renyahnya ayam goring Mbah Karto lebih lengkap ditemani sambal bawang dan lalap mentah seperti di kebanyakan tempat makan lainnya. Namun, di warung makan Mbah Karto ini masih ada elemen lain yang juga menjadi andalannya, yakni sambal miri. Sesuai namanya, sambal ini berbahan dasar kemiri dengan sedikit cabai merah sehingga tidak sepedas sambal bawang putih. Biasanya kedua jenis sambal ini disajikan bersama sehingga pelanggan tinggal memilihnya. Oleh karena berbahan kemiri, sambal ini memiliki cita rasa campuran antara gurihnya biji-bijian dan aroma minyak nabati yang khas. Bagi yang tidak suka pedas, mencocolkan ayam goring yang gurih renyah ke sambal kemiri sungguh terasa nikmat.

Usai menyantap ayam goreng, hidangan penutupnya tersedia tapai ketan buatan sendiri yang tak kalah istimewa. Tapai berwarna hijau dengan aroma pandan terbungkus daun pisang ini terasa kesat, lumat di mulut, dan manis alami hasil fermentasi. Alhasil, rasa tidak nyaman di mulut setelah menyantap makanan berminyak pun sirna diganti rasa manis "sriwing-sriwing" tapai ketan.

Soal harga, tak perlu khawatir. Hanya dengan merogoh kantong sekitar Rp80.000 untuk delapan orang kita sudah bisa menikmati ayam goring yang gurih renyah, nasi putih, lalap, sambal bawang, sambal kemiri, es jeruk, dan tapai ketan sampai kenyang.

AYAM GORENG MBAH KARTO
Jl. Jaksa Agung R. Soeprapto 8, Depan PLN Sukoharjo
Jam buka: 07.00-18.00
Kapasitas tempat duduk: sekitar 80 orang.
Kisaran harga: Rp80.000 sudah komplet untuk 8 orang.


Mitra CBN

COMMENTS

KONSELING

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * adi

    2010-05-22 10:50:04
    sekarang cara masak tidak menggunakan batok kelapa koq menggunakan gas, rasanya jd laen tdk spt dulu
  • * Jhoned

    2009-05-22 20:05:45
    Yab... ni emang luar biasa.