JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Dibalik Sikap Kasar Pepe Real Madrid

(By : kompas.com - dpt).    View : 515 times

main_img

Bek Real Madrid asal Portugal, Pepe kini menjadi “monster” baru sepakbola dunia. Tindakannya yang beberapa kali brutal menimbulkan gelombang protes dari para pendukung sepakbola klub lain, bahkan klubnya sendiri “El Merengues”. Namun ada sisi lain yang terungkap oleh kolega dan seniornya mengenai sikap baiknya diluar lapangan.

Pemain bernama lengkap Képler Laveran Lima Ferreira itu, terakhir kali berbuat kasar ketika terekam kamera dengan sengaja menginjak tangan pemain Barcelona, Lionel Messi, oleh, pada menit ke 68 dalam leg pertama laga lanjutan Copa Del Rey di Santiago Bernabeu, Rabu (18/01/2012).

Usai peristiwa itu Pepe pun keesokan harinya meminta maaf atas perbuatan yang diakuinya tidak disengaja. "Insiden itu merupakan perbuatan yang tidak disengaja. Jika memang Messi tersinggung akan hal itu, Aku ingin meminta maaf. Aku hanya ingin memebela tim ini, dan tak pernah terlintas dibenakku untuk menyakiti sesama pesepakbola profesional," ungkapnya sehari setelah pertandingan.

Sisi lain Pepe diluar lapangan ternyata berbeda. Dirinya dikenal ramah dan baik hati. "Pepe adalah pemain yang hampir tidak pernah terdengar berita buruknya di luar lapangan. Dia adalah pribadi yang memesona dan sangat sopan," ungkap legenda hidup sepakbola dunia Zinedine Zidane.

"Tetapi ketika ia masuk lapangan dan bermain, ia sangat termotivasi untuk menang. hasratnya untuk menang ini kadang membuatnya kerap melakukan kesalahan," tambahnya.

Hal ini dibenarakan juga oleh mantan pemain Madrid, Emilio Butragueño, yang mengenal Pepe sebagai sosok yang baik. "Pepe adalah anak yang baik dan dia sangat bergairah. Dia telah berjuang keras karena dia seorang atlet yang baik," katanya.

Faktor situasional memang mempunyai dampak besar yang berbeda bagi seseorang. Dirinya dapat menjadi baik namun dapat berubah seketika menjadi buruk. Dalam kasus Pepe, pelajaran yang harus diambil adalah, mampukah kita mengendalikan diri sendiri, minimal tidak sensitif terhadap sesama kita yang sedang bersama-sama berkompetisi?



CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING


  • Add Your Comment

Nickname
Email
Comment

  • No comment yet